Pakai Gas Air Mata Kadaluarsa di Kanjuruhan, Polisi Klaim Bahkan Dalam Skala Tinggi-pun Tidak Mematikan

- Senin, 10 Oktober 2022 | 19:38 WIB
Ilustrasi; Gas air mata kadaluarsa (tangkapan layar; Twitter/windtax)
Ilustrasi; Gas air mata kadaluarsa (tangkapan layar; Twitter/windtax)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kerusuhan yang menewaskan lebih dari 100 orang di stadion Kanjuruhan, Malang 1 Oktober lalu menjadi tragedi kelam dunia sepakbola.

Dalam penanganan massa di dalam stadion, polisi menembakkan gas air mata di beberapa titik.

Hal ini kemudian menimbulkan kepanikan dari penonton laga Arema VS Persebaya yang sebelumnya turun ke stadion.

Kepanikan ini berbuah massa berebutan untuk keluar dari beberapa pintu.

Namun nahas, upaya ini justru membuat puluhan orang berhimpitan, berdesakan, hingga kehabisan napas dan meninggal di tempat.

Baca Juga: Kim Jong Un Hadir Langsung Uji Coba Rudal, Ungkap Akan Terus Kembangkan Senjata dan Kekuatan Militer Korut

Penyelidikan kasus hingga kini masih bergulir, dan sudah ditetapkan beberapa tersangka yang bertanggung jawab atas musibah itu.

Namun apakah masalah selesai? ternyata tidak demikian.

Warganet mempetanyakan temuan di lokasi, bahwa polisi menggunakan gas air mata kadaluarsa.

"Pantesan perih bet, wong gas air matanya aja udah kadaluarsa," kata meme yang beredar di linimasa, yang diunggah oleh akun twitter @windtax.

Halaman:

Editor: Wahyu Asyari Muntoha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gus Yahya: Jangan Sampai Peradaban Runtuh

Selasa, 7 Februari 2023 | 14:02 WIB

Ini 4 Quotes Para Tokoh Terkait Peringatan 1 Abad NU

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:42 WIB
X