Pantauan Titik Panas Januari hingga Juli, 2 Wilayah Capai di Atas 100

- Senin, 2 Agustus 2021 | 06:15 WIB
Ilustrasi karhutla. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi karhutla. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Laksmi Dhewanti melaporkan, bahwa menurut data pantauan titik panas sejak 1 januari hingga 29 Juli 2021, terdapat dua wilayah yang titik panasnya telah berjumlah di atas 100.

Dua wilayah tersebut yaitu Kalimantan Barat dengan total sebanyak 164 titik dan Riau yang telah menyentuh angka 170 titik.

Secara total, untuk tahun 2021 jumlah hotspot pada wilayah rawan karhutla berjumlah total 401 titik panas dan seluruh wilayah Indonesia terdapat 684 titik panas (data dari satelit Terra/Aqua NASA tahun 2021 hingga  tanggal 29 Juli 2021 Pukul 07.00WIB).

Apabila dibandingkan dengan total jumlah hotspot tahun 2020 dengan periode yang sama, jumlah titik panas adalah sebanyak 1.008 (berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80 persen).

Baca Juga: Bahas Penyelenggaraan Umrah, Kemenag dan Kedubes Arab Saudi Atur Teknis Detail Prokes

Berdasarkan perbandingan tersebut, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 324 titik atau 32,14 persen.

Laksmi kemudian menyampaikan upaya pengendalian karhutla di tingkat tapak telah dilaksanakan bersama-sama dengan kolaborasi berbagai pihak yang tergabung dalam patroli terbadu.

Hasil rekapitulasi kegiatan pemadaman darat menunjukkan bahwa sebanyak total 1.320 kegiatan telah dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Misi NU Menjaga Kelangsungan Aswaja dan Keutuhan NKRI

Provinsi Kalimantan Barat dan Riau menjadi wilayah terbanyak dilakukan pemadaman dengan total masing-masing 361 dan 282 kegiatan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X