Dampak Pandemi Covid-19, Keringanan Biaya UKT Mahasiswa PTKN Kembali Dilanjutkan

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 15:52 WIB
Infografis Kementerian Agama RI terkait PTKN Terbaik se-Indonesia. (Instagram.com/@kemenag_ri)
Infografis Kementerian Agama RI terkait PTKN Terbaik se-Indonesia. (Instagram.com/@kemenag_ri)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Agama kembali menerapkan kebijakan untuk keringanan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Tahun Akademik 2021/2022.

“Pandemi Covid-19 telah berdampak pada kondisi ekonomi keluarga, termasuk keluarga mahasiswa PTKN. Karenanya, kami tahun ini kembali menerapkan kebijakan keringanan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT),” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdani di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Tinggi

Kebijakan tersebut, lanjut Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, merujuk pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri atas Dampak Wabah Covid19 sebagaimana telah diubah dengan KMA Nomor 81 Tahun 2021 tentang Perubahan atas KMA Nomor 515 Tahun 2020 tentang Keringanan UKT pada PTKN atas Dampak Wabah Covid-19.

“Kemenag ingin memastikan pembayaran UKT dan meminimalisir angka putus kuliah mahasiswa di PTKN,” pria yang akrab disapa Dani ini.

Penetapan Keringanan UKT berlaku bagi Mahasiswa Program Diploma dan Program Sarjana pada PTKN yang menghentikan Pandemi Covid-19. Keringanan itu berupa pengurangan UKT atau perpanjangan waktu pembayaran UKT.

Selain bentuk keringanan UKT, KMA 81/2021 juga mengamanatkan, PTKN yang menerapkan pola keuangan Badan Layanan Umum (BLU) dapat memberikan keringanan UKT kepada mahasiswa berupa pembayaran UKT secara diangsur atau dicicil.

Baca Juga: Program Gedeg peningkatan Imun Tubuh, Tradisi Berjemur di SMPN 2 Tengaran

Kebijakan ini sudah diterapkan pada tahun akademik 2020/2021. Saat itu, ada 160.563 mahasiswa penerima keringanan UKT.

Jumlah ini terdiri atas 15.153 mahasiswa yang menerima penurunan UKT 1 tingkat, 30.235 mahasiswa, menerima penundaan pembayaran UKT 2 - 4 bulan, dan 6.285 mahasiswa menerima keringanan berupa pembayaran cicilan UKT. Sedang 108.890 adalah mahasiswa yang menerima pengurangan UKT.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X