Cegah Penularan Anak, BIN Siapkan Vaksinasi untuk Pesantren dan Sekolah

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 14:16 WIB
Foto: Kepala BIN Budi Gunawan berbincang-bincang dengan petugas di lokasi vaksinasi massal./Foto: ist/
Foto: Kepala BIN Budi Gunawan berbincang-bincang dengan petugas di lokasi vaksinasi massal./Foto: ist/

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Badan Intelijen Negara (BIN) kembali melanjutkan kegiatan vaksinasi di lingkungan pesantren dan sekolah serta door to door kepada masyarakat di wilayah Tangerang, Banten, Bekasi, Jawa Barat dan Trenggalek, Jawa Timur.

Sebanyak 7.000 vaksin, 7.000 bantuan sosial sembako dan vitamin telah disiapkan.

Kepala BIN, Jenderal Polisi (Purn) Prof Dr Budi Gunawan SH MSi mengungkapkan untuk tiga titik di Pondok Cabe, Tangerang Selatan adalah Ponpes Ummul Qura dan Yayasan Hasah Kebajikan sedangkan door to door vaksinasi dan bansos di Gg Lengkeng Rt 04 Rw 04 dan Gg Lengkeng Rt 03 Rw 04.

''Vaksinasi akan terus kami lakukan. Sejalan dengan program Pemerintah dan kami akan terus mendukung, membantu percepatan vaksinasi Covid-19 untuk kesehatan dan keselamatan masyarakat,'' tandas Budi Gunawan, kemarin.

Baca Juga: Biaya Program Bayi Tabung di Indonesia Tinggi

Ia menjelaskab menurut data Satgas Penanganan Covid-19 pada 16 Juli 2021 lalu mencatat, ada 12,8 persen atau sekitar 351.336 kasus positif Covid-19 terjadi pada usia anak usia 0 – 18 tahun.

Lebih mengkhawatirkan lagi, korban anak meninggal karena Covid-19 mencapai 777 orang. Anak menjadi salah satu spreader (penularan) di klaster keluarga yang berkontribusi 85 persen dari total kasus positif di Indonesia.

Penularan Covid-19 di kalangan pelajar juga cenderung naik. Anak-anak kasus positif yang tertular meningkat, sehingga BIN fokus pada pelajar SMP - SMA dan para santri, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus diselamatkan.

Baca Juga: Mensos Ingin Pastikan Tak Ada Pihak yang Manfaatkan Penyaluran Bantuan

Aman dan Halal

Budi Gunawan minta masyarakat tidak khawatir karena vaksin yang digunakan saat ini aman, halal dan dijamin oleh Pemerintah.

Terlebih, mayoritas masyarakat sudah banyak yang sadar pentingnya vaksin. Ia berharap vaksinasi tersebut dapat menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga terlindung dari virus corona.

Vaksinasi massal dan door to door memicu semangat warga, yang tadinya kurang paham, takut, salah informasi, cemas atas vaksinasi, bisa berubah pikiran dan tergerak untuk ikut vaksinasi.

Baca Juga: Atasi Krisis Oksigen, Ariel Noah Galang Dana

Vaksinasi memang bukan berarti tidak bisa terkena Covid-19 namun ketika terkena, gejalanya lebih ringan dibandingkan yang tidak divaksinasi.

Ketika penularan Covid-19 dapat dikendalikan dan masyarakat telah beradaptasi dengan prokes 5 M, termasuk di ponpes dan sekolah, proses belajar mengajar tatap muka atau dikombinasi dengan sistem belajar daring dapat segera diterapkan.

Vaksinasi secara massal dan door to door yang dilakukan BIN merupakan salah satu upaya akselerasi program vaksinasi tiga juta dosis per hari, sehingga target herd immunity mencapai 70 persen dapat diraih pada akhir tahun 2021.(Agung PW)

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Gunung Semeru Meletus, Ini Sejarah Letusannya

Minggu, 5 Desember 2021 | 07:45 WIB
X