Kemenag Siapkan 399,9 Miliar, Bantu 2,666 Madrasah

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 21:18 WIB
DUHA BERJAMAAH: Guru dan siswa MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang laksanakan Salat Duha Jamaah di halaman madrasah setempat kemarin.
DUHA BERJAMAAH: Guru dan siswa MI Muhammadiyah Ajibarang Kulon Kecamatan Ajibarang laksanakan Salat Duha Jamaah di halaman madrasah setempat kemarin.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Agama tahun ini menyiapkan anggaran bantuan Afirmasi Madrasah hingga mencapai Rp399,9 miliar yang diimplementasikan melalui Program Perwujudan Janji Pendidikan – Reformasi Mutu Pendidikan Madrasah. Anggaran ini diperuntukkan bagi 2.666 madrasah.

"Tahun ini kami menyiapkan Bantuan Afirmasi Madrasah untuk 2.666 madrasah, masing-masing mendapat Rp150juta. Totalnya mencapai Rp399,9 miliar," Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Baca Juga: Pemerintah Diingatkan Agar Vaksinasi COVID-19 Dilakukan Merata

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, bantuan tersebut diberikan kepada madrasah yang sudah sistem Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan sistem e-RKAM (Rencana Kerja dan Anggaran Madrasah berbasis Elektronik) yang sudah diterapkan pada 2020 dan mulai diterapkan tahun ini.

Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk uang tunai. Namun demikian, pemanfaatannya harus didasarkan pada kebutuhan mendesak madrasah yang didasarkan pada EDM serta sesuai juknis yang ditetapkan.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menambahkan, bantuan antara lain yang bisa digunakan dalam rangka memperkuat digitalisasi madrasah.

Baca Juga: Ganjar Apresisi Mahasiswa Polines borong Dagangan PKL Tembalang

Selain itu juga dapat untuk meningkatkan kualitas sanitasi, dan program kebutuhan lainnya dalam rangka mendukung mutu pembelajaran di madrasah.

"Juknis bantuan sudah selesai. Insya Allah mulai September bantuan akan dimulai," terangnya.

Isom mengakui bahwa pemberian bantuan afirmasi ini belum bisa disampaikan ke seluruh madrasah. Hal itu disebabkan keterbatasan anggaran Kementerian Agama.

"Kami berharap Pemerintah Daerah juga dapat mengalokasikan Dana Alokasi Khususnya untuk membantu siswa-siswa madrasah yang juga merupakan putera-puteri daerah. Kami telah menerapkan sistem e-RKAM sebagai platform e-planning dan e-budgeting madrasah, sehingga pelaporan bantuan dapat dijamin ," tegasnya.

Baca Juga: Tidak Patuh Prokes Berkontribusi Meningkatkan Kasus COVID

Isom Yusqi juga menjelaskan, program digitalisasi madrasah sudah dilakukan sejak 2019, sebelum pandemi. Sejumlah program yang dilakukan antara lain merevisi juknis relaksasi pemanfaatan dana BOS untuk dapat digunakan untuk menunjang sistem pembelajaran online.

Upaya lainnya adalah memberikan bantuan pengadaan server dan Jaringan Komputer CBT (Computer Based-Test) untuk semua jenjang, baik itu Madrasah Aliyah, Tsanawiyah maupun Ibtidaiyyah.

“Anggaran untuk bantuan ini memang tidak banyak, sangat terbatas. Tahun ini kuota penerima bantuan ini sebanyak 200 Madrasah Aliyah, 250 Madrasah Tsanawiyah, dan 100 Madrasah Ibtidaiyah,” tutur M. Isom.

Sejak 2019, Kemenag juga memberikan bantuan pembangunan Madrasah Negeri melalui dana SBSN (Surat Berharga Sukuk Nasional). Salah satu pemanfaatan bantuan tersebut adalah untuk mendukung implementasi kelas digital. Sampai tahun ini, bantuan pembangunan madrasah negeri melalui SBSN masih berlangsung.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

X