Plasma Konvalesen Bukan Satu-Satunya Solusi

Red
- Minggu, 1 Agustus 2021 | 01:07 WIB
SM/Irawan Ariyanto : SAMPAIKAN MATERI : Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat Ngobrol Virtual bertajuk “Mencegah Praktik Calo Plasma Konvalesen” yang diselenggarakan Suara Merdeka melalui zoom meeting, kemarin.(49)
SM/Irawan Ariyanto : SAMPAIKAN MATERI : Sejumlah narasumber menyampaikan materi saat Ngobrol Virtual bertajuk “Mencegah Praktik Calo Plasma Konvalesen” yang diselenggarakan Suara Merdeka melalui zoom meeting, kemarin.(49)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua PMI Kota Semarang Dr dr Shofa Chasani Spfa SpPD KGH FINASIMH mengatakan, isu yang berkembang tentang adanya calo jual-beli darah plasma konvalesen tidak ditemuinya dalam lingkungan PMI Kota Semarang.

Sejauh ini, informasi yang berkembang sebatas di media sosial. “Sejauh ini para staf dan pegawai kami di PMI Kota Semarang bekerja sesuai dengan prosedur.

Jika ada yang melanggar akan kami tindak tegas,” katanya saat Ngobrol Virtual bertajuk “Mencegah Praktik Calo Plasma Konvalesen” yang diselenggarakan Suara Merdeka melalui zoom meeting, kemarin.

Shofa menjelaskan, sejak Juli 2020 hingga Juli 2021, di PMI Kota Semarang telah memproduksi 3.600 kantung darah plasma konvalesen.

Hingga saat ini, antrean permintaan plasma konvalesen mencapai 176 kantung. Jumlah itu menurun dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya yang mencapai 300-an permintaan.

“Rata-rata setiap hari ada 60- an orang yang bersedia mendonorkan plasma konvalesen.

Tetapi setelah diskrining, yang memenuhi syarat hanya 20-an orang atau sepertiga bahkan seperlimanya yang bisa dipakai. Itulah kenyataan yang kita hadapi saat ini,” katanya.

Berikan Terbaik

Lebih lanjut Shofa mengatakan, alur permintaan plasma konvalesen ini harus ada permintaan resmi dari rumah sakit. Jadi PMI tidak bisa memberikan kepada sembarang orang.

Sebab jika memenuhi permintaan orang, tentunya rawan untuk dijualbelikan.

Di PMI kalau ada stok darah, biasanya langsung dilayani. Jika tidak tersedia, harus antre dulu. Darah yang sudah ada biasanya langsung dikirim ke rumah sakit. Jadi untuk prosedur itu saja membutuhkan waktu dan yang antre banyak. “Tapi prinsipnya, kami dari PMI selalu berkomitmen memberi layanan terbaik untuk masyarakat,” katanya.

Pengurus PMI Jawa Tengah, dr Hartanto berpendapat, masyarakat harus tahu bahwa terapi plasma konvalesen ini merupakan alternatif, bukan terapi satu-satunya untuk penyembuhan Covid-19.

Jadi masyarakat tidak harus selalu meminta plamsa konvalesen. Para dokter tentunya harus bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang ini, sehingga komunikasi yang baik bisa membuat tenang masyarakat. “Fenomena sekarang ini banyak orang yang mencari plasma konvalesen, karena krisis komunikasi ini. Terkadang dalam situasi tertentu itu dimanfaatkan calo. Ini akibat dari pola komunikasi yang kurang berjalan baik,” katanya.

Meski begitu, Hartanto sejauh ini belum menemukan dugaan calo plasma konvalesen itu.

Hanya, ia menekankan bahwa dalam mendapatkan plasma itu perlu biaya pengolahan. “Biaya pengolahan itu bukan beli darah. Itulah komunikasi yang perlu ditekankan kepada masyarakat agar tidak salah menilai,” ucapnya. (49)

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

X