Warga Tak Mau Testing, Sulitkan Nakes Contact Tracing, KSP: Mereka Kelelahan

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 20:28 WIB
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)
Testing dan Tracing (suaramerdeka.com /covid19.go.id)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Tenaga kesehatan (nakes) di Pulau Jawa mulai mengeluhkan kelelahan dalam melakukan contact tracing atau pelacakan kontak pasien COVID-19.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menyampaikan, hal tersebut diketahui tim KSP setelah melakukan serangkaian verifikasi lapangan di empat provinsi di Pulau Jawa.

"Upaya menekan laju penularan virus bukan tanpa suatu hambatan, terutama bagi para nakes. Selain memantau disiplin protokol kesehatan di tingkat RT/RW, para nakes dari puskesmas menghadapi kesulitan dalam meyakinkan pasien atau pihak yang memiliki kontak erat dengan pasien agar melakukan tes COVID-19," kata Tenaga Ahli Utama KSP Abraham Wirotomo dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Diakuinya, masih banyak masyarakat yang menghindar untuk melakukan tes. Alhasil, nakes dari puskesmas harus mendatangi warga dan membujuknya satu per satu.

Baca Juga: Mukanya Dibilang Jelek, Kaesang Tanggapi Santai: Tapi Gak Sampe Puol Juga Kali

Para nakes di lapangan akan melakukan contact tracing terhadap setidaknya 15 orang yang melakukan kontak erat dengan seorang pasien yang dinyatakan positif COVID-19.

Smber daya manusia di puskesmas yang sangat terbatas menjadi salah satu faktor terbesar yang menyebabkan para nakes mengalami kelelahan yang luar biasa.

Sehingga, kata dia, tidak jarang pihak puskesmas mengandalkan kerja sama dengan para relawan atau inisiatif dari warga RT/RW setempat.

“Pemberdayaan warga di lingkungan terdekat menjadi salah satu solusi untuk bisa memperkuat upaya tracing dan membantu para tenaga kesehatan yang mulai kelelahan. Semakin banyak sukarelawan, akan semakin bagus. Walaupun ini tetap membutuhkan pemantauan dari puskesmas setempat,” ujar Abraham.

Baca Juga: Kalteng dan Papua Barat Sumbang Terbanyak Kasus Covid-19 Hari Ini

Tracing, testing dan treatment adalah upaya yang terus diperkuat oleh pemerintah agar Indonesia bisa segera pulih dari pandemi.

Pemerintah juga menggencarkan program percepatan vaksin untuk membentuk kekebalan komunal di masyarakat.

Terkait vaksinasi, KSP menemukan beberapa sentra vaksin melaporkan persediaan vaksin yang mulai menipis.

“Soal stok vaksin ini, Presiden berulang kali menyampaikan untuk segera menghabiskan stok yang ada. Jangan ditahan-tahan. Pemerintah menjamin ketersediaan vaksin akan aman hingga akhir tahun. Memang datangnya bertahap,” lanjut Abraham.

Lebih jauh Abraham mengatakan Indonesia patut bersyukur saat ini angka positif COVID-19 terus menurun. Antrean pasien di pusat layanan kesehatan, menurutnya, juga tidak lagi banyak terlihat dan stok obat serta oksigen juga terpantau terkendali.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X