Gagal Kelola Keragaman Berbahaya, Menag: Jadikan Bhineka Tunggal Ika Harmony in Diversity

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 20:10 WIB
Menteri Agama Saat Menjadi Keynote Speaker pada Seminar Internasional UIN Walisongo Semarang(Kemenag)
Menteri Agama Saat Menjadi Keynote Speaker pada Seminar Internasional UIN Walisongo Semarang(Kemenag)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan bahwa Kementerian Agama sangat concern untuk terus mengembangkan Moderasi Beragama dalam rangka menangkal ekstremisme.

Hal ini disampaikan Menag saat menjadi Keynote Speaker pada Seminar International Moderate Islam Promoting Tolerance And Harmony In The Digital Era, Kamis (29/7/2021).

Acara ini digelar Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang secara dalam jaringan (daring). Menurut Menag, ekstremisme menjadi musuh nyata keberagaman bangsa.

Baca Juga: Menyemburkan Lumpur, Hindari Areal Kawah Siglagah Dieng

"Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan suku, budaya, dan ragam bahasa. Dapat dibayangkan bahwa mengelola diversity atau keragaman yang luar bisa tersebut tidaklah mudah. Namun keragaman justru menjadi peluang kita untuk saling memperkuat satu sama lain, menjadikannya sebagai sumber persatuan, atau sering disebut Bhineka Tunggal Ika, Harmony in diversity," ujar Menag.

"Jika kita tidak mampu mengelola keragaman tersebut dengan baik. Ini akan menjadi ancaman yang membahayakan bagi bangsa kita," ujarnya lagi.

Menag lalu menyoroti tantangan kemajuan media dan teknologi yang begitu cepat banyak dan telah mengubah hampir semua lini kehidupan.

Baca Juga: Akses Malioboro Dibuka Terbatas, Baru 30-40 Persen Pelaku Usaha Kembali berjualan

Dalam bidang keagamaan misalnya, saat ini banyak disinyalir sebagian besar orang belajar atau mendapatkan informasi tentang pemahaman agama dan isu-isu lainnya secara instan dari media sosial, tanpa menyaringnya terlebih dahulu.

Fenomena saat ini, dunia maya didominasi oleh konten dengan pemahaman keagamaan yang sempit, terkadang cenderung menebarkan kebencian, baik terhadap sesama pemeluk agamanya, maupun beda agama, bahkan kebencian terhadap negaranya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia Dibentuk

Selasa, 21 September 2021 | 01:06 WIB

Bank Dunia Puji Vaksinasi Indonesia

Selasa, 21 September 2021 | 00:47 WIB

Apakah Uang bukan Sumber Kebahagiaan? Ini Alasannya

Senin, 20 September 2021 | 23:21 WIB

PKL Malioboro Terima Bansos Sembako

Senin, 20 September 2021 | 20:43 WIB

Ecofarming Tekan Biaya Produksi Hingga 70 Persen

Senin, 20 September 2021 | 16:40 WIB
X