Menyemburkan Lumpur, Hindari Areal Kawah Siglagah Dieng

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:47 WIB
kawasan Kawah Siglagah (PVMBG)
kawasan Kawah Siglagah (PVMBG)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Menyusul munculnya semburan dadakan, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat menghindari kawasan Kawah Siglagah, Kompleks Gunung Api Dieng, Dusun Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang.

Peringatan itu diharapkan dipatuhi mengingat ancaman ancaman semburan lumpur dan gas vulkanik konsentrasi tinggi yang dapat membahayakan jiwa.

Sebelumnya pada Jumat (30/7), Kawah Siglagah tanpa didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma kepermukaan, mengeluarkan semburan yang didominasi lumpur.

Baca Juga: KPK Minta Itjen Kemenag Susun Regulasi Perlindungan Pelapor Tipikor

Menurut Kepala PVMBG, Andiani, semburan yang terjadi itu lebih diakibatkan oleh over pressure dan aktivitas permukaan.

"Meski demikian, mengingat sifat dan karakteristik kawah-kawah yang ada di Kompleks Dieng, potensi ke arah erupsi freatik di Kawah Siglagah masih bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas baik visual maupun kegempaan," katanya mewanti-wanti seperti dalam keterangannya, Sabtu (31/7).

Berdasarkan pengamatan petugas baik secara visual dan instrumen, pasca semburan lumpur itu, tren aktivitas Kawah Siglagah tidak teramati adanya gejala yang mengindikasikan perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Karenanya, tingkat aktivitas Gunung Dieng tetap dalam status aktif normal pada Level I.

Pusat semburan disebutkan berada di salah satu rekahan di area Kawah Siglagah yang berada di tebing sebuah bukit. Semburan lumpur terjadi di sekitar kawah dengan radius kurang dari 10 meter dari sumber semburan.

Baca Juga: Dikalahkan Pasangan Malaysia, The Daddies Gagal Rebut Perunggu Olimpiade

"Material semburan dominan berupa lumpur. Suara semburan yang mirip dengan suara dentuman lemah sesekali terdengar hingga jarak 100 meter dari sumber semburan," jelasnya.

Data pengamatan dan pemeriksaan kawah Siglagah secara langsung di lapangan pada bulan Juli 2021, menunjukan hembusan gas berwarna putih tipis hingga tebal, tekanan gas lemah hingga kuat, dengan tinggi kolom hembusan gas antara 10 – 30 meter.

Suara hembusan gas terdengar sedang hingga kuat. Pada Sabtu (31/7), terdengar suara dentuman lemah hingga sedang serta semburan lumpur sepanjang kurang lebih 10 meter kearah utara dengan tinggi kurang lebih 1 - 3 meter.

Baca Juga: Masuk Tempat Umum, Siapkan Sertifikat Vaksin, Airlangga: Mobilitas Seseorang Tergantung Status Vaksinasi

Untuk kegempaan, alat mencatat pada tanggal 1 hingga 30 Juli 2021 terdiri dari gempa tektonik jauh sebanyak 12 kali, tektonik lokal sebanyak 34 kali, dan vulkanik dalam (VA) sebanyak 12 kali.

Gunung Dieng merupakan kompleks gunungapi dengan aktivitas vulkanik tersebar pada 16 kawah. Kecenderungan aktivitas terdapat pada 2 kawah utama yang paling aktif, yaitu Kawah Sileri dan Kawah Timbang dengan erupsi freatik terakhir terjadi pada 29 April 2021.

Aktivitas vulkanik Dieng diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Karangtengah, Kecamatan Batur,Kabupaten Banjarnegara.

Lokasi Kawah Siglagah berada di bagian utara dengan jarak 2,5 Km dari pos pengamatan tersebut.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

LRT Kecelakaan di Cibubur, Diduga Human Error

Senin, 25 Oktober 2021 | 20:52 WIB
X