Percepat Tangani Limbah B3 Medis Covid-19, Luhut: Kita Butuh Kerja Cepat

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:30 WIB
Ilustrasi limbah medis. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi limbah medis. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan meminta berbagai Kementerian Lembaga segera berkoordinasi untuk menindaklanjuti penanganan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Medis Covid-19 secepat mungkin mengingat limbah B3 ini sangat membahayakan.

Luhut memberikan menginstruksi berbagai K/L terkait untuk dapat bersinergi dan bekerja langsung dalam menangani persoalan ini.

“Kita butuh kerja cepat dan bantuan dari semua pihak, tidak ada waktu main-main, kita langsung eksekusi saja,” kata Menko Luhut saat rapat koordinasi penanganan limbah B3 medis di Jakarta

“Peningkatan limbah B3 medis mencapai perkiraan 18 juta ton bulan ini, sangat membahayakan buat kita semua,” tambah Luhut.

Baca Juga: Luhut Ungkap Hanya 6,1 Persen Pasien Covid-19 DIY yang Dirawat di Rumah Sakit

Untuk menurunkan laju limbah B3 medis ini dengan cepat, perlu pemanfaatan alat pengolahan seperti Insinerator, RDF, Autoclave. 

“Semua harus dalam negeri, agar cepat selesai dan tidak ditunda-tunda,” kata Luhut yang mengimbau BUMN seperti PT Pindad untuk mengerahkan unit-unit insineratornya dan memproduksinya dengan kapasitas yang lebih tinggi dan mendorong percepatan industri lainnya seperti RDF.

Sesuai dengan instruksi Presiden, kata Luhut, beberapa solusi cepat harus dilaksanakan, seperti melakukan pembakaran sampah di pabrik semen terdekat.

Selain itu Kementerian LHK dan BUMN melakukan identifikasi penyedia produk teknologi pengolah limbah yang memenuhi standar.

Baca Juga: Fasilitas Isoman untuk Anggota DPR, Ferdinand Hutahean: Mbak Puan, Ini Menyakiti Rakyat

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pintu Nasdem Terbuka Lebar untuk Ridwan Kamil

Jumat, 3 Desember 2021 | 14:36 WIB

Menyikapi Penurunan Kualitas Demokrasi Selama Pandemi

Kamis, 2 Desember 2021 | 21:23 WIB
X