Jawa Melandai Pelan-pelan

Red
- Sabtu, 31 Juli 2021 | 02:59 WIB
SM/setkab.go.id : BERDIALOG : Presiden Joko Widodo berdialog dengan penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7). (55)
SM/setkab.go.id : BERDIALOG : Presiden Joko Widodo berdialog dengan penerima Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 di Halaman Depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7). (55)

JAKARTA, suaramerdeka.com- Kasus Covid-19 di Pulau Jawa disebut mulai melandai. Jumlahnya turun pelan-pelan. Namun, di luar Pulau Jawa kasusnya justru naik.

Hal itu diungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada acara penyerahan Bantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada para pelaku usaha mikro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7).

Presiden menyebut ia sempat memeriksa langsung tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, yang sudah menurun drastis.

Kondisi serupa juga dialami oleh tempat-tempat lain di wilayah lain di Pulau Jawa. ìSaya tadi pagi (kemarin) juga sudah ngecek di Wisma Atlet misalnya yang dulu sudah hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian tempat tidur di angka 38 persen.

Dulunya 90 persen, hampir penuh. Ini juga patut kita syukuri. Saya melihat angka-angka tadi di wilayah-wilayah di Pulau Jawa sudah mulai melandai turun pelan-pelan. Tetapi yang di luar Jawa gantian naik.

Inilah memang varian delta ini penularannya sangat cepat,” ujarnya dikutip dari situs resmi Presiden RI. Jokowi juga menjelaskan, situasi penyebaran Covid-19 berkorelasi erat dengan aktivitas perekonomian masyarakat.

Presiden mencontohkan, pada Januari hingga Mei, situasi Covid-19 sudah mulai melandai sehingga aktivitas perekonomian juga turut bergairah.

Akan tetapi, setelah itu tanpa diduga muncul varian baru dari virus korona, yakni varian delta yang mengguncang perekonomian global.

Situasi tersebut membuat pemerintah mengambil keputusan yang sangat sulit dengan menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

”Kita juga sama, begitu virus delta ini muncul juga langsung kasus positif naik secara drastis dan tidak ada jalan lain saat itu karena di Pulau Jawa dan Pulau Bali kita lihat semua titik semuanya merah, tidak ada yang kuning. Sehingga keputusan yang sangat berat kita lakukan yaitu dengan PPKM Darurat karena tidak ada cara yang lain selain itu karena melompat kasusnya.

Halaman:

Editor: Teguh Wirawan

Tags

Terkini

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB

RK: Siap-siap Hidup dengan Covid-19 Sebagai Endemi

Selasa, 21 September 2021 | 17:32 WIB
X