Pengamat Sebut Pertemuan Airlangga-Puan untuk Silaturahmi, bukan Koalisi

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 19:55 WIB
Kolase foto Airlangga Hartarto dan Puan Maharani (Instagram Airlangga Hartarto dan Puan Maharani)
Kolase foto Airlangga Hartarto dan Puan Maharani (Instagram Airlangga Hartarto dan Puan Maharani)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai pertemuan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto merupakan ajang silaturahmi dan bukan dalam rangka menjalin koalisi.

"Saya melihat sulit kalau disebut PDIP merapat ke KIB," terang Ujang.

Menurutnya, safari politik Puan merupakan pelaksanaan dari amanat dari Rakernas II PDIP pada beberapa saat lalu.

"Ini amanat dari Rakernas PDIP bulan Juni lalu yang memerintahkan Mbak Puan untuk menjalin silaturahmi dengan ketua umum partai lain," lanjutnya.

Baca Juga: Asyik, 6 Zodiak Hoki Sepanjang Oktober 2022, Rezeki dan Cuan Bisa Buat Tabungan Hadapi Resesi

Menurutnya, PDIP dan KIB punya jalan masing-masing yang membuat keduanya sulit dipertemukan dalam satu wadah koalisi.

"PDIP punya gengsi sendiri dan KIB punya kekuatan sendiri. Ini dua partai yang sepertinya akan jalan masing-masing di pilpres nanti. PDIP punya capres sendiri, KIB juga nanti punya capres dan cawapres sendiri," tegasnya.

Ujang menilai pertemuan itu hanya sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi antar elite politik.

Terlebih, Puan Maharani mendapat amanat untuk menjalin komunikasi dengan partai lain.

"Saya meyakini bahwa PDIP dan KIB agak sulit berkoalisi, karena masing-masing beda kepentingan. Masing-masing juga punya capres sendiri. Artinya meski nanti bertanding masing-masing, tapi yang namanya politik perlu berkomunikasi," ujarnya.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X