Anggaran Penanganan Covid-19 di Kebumen Rp 94,3 Miliar, Insentif Nakes Rp 33 Miliar

- Jumat, 30 Juli 2021 | 19:40 WIB
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengikuti Rakor dengan Satgas Covid-19 Pusat dan kepala daerah secara daring di Gedung F Kompleks Kantor Bupati Kebumen, Jumat 30 Juli 2021./suaramerdeka.com/dok
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengikuti Rakor dengan Satgas Covid-19 Pusat dan kepala daerah secara daring di Gedung F Kompleks Kantor Bupati Kebumen, Jumat 30 Juli 2021./suaramerdeka.com/dok

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Pemkab Kebumen mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 cukup besar khususnya dalam bidang kesehatan.

Total anggaran bidang kesehatan pada tahun 2021 sebesar Rp 94,3 miliar.

Anggaran paling besar adalah untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) daerah dalam penanganan Covid-19 yakni sebesar Rp 33 miliar.

Realisasi penyerapan anggaran hingga Kamis (29/7) sebesar Rp 22,6 miliar atau 38,33 %.

Baca Juga: 1,5 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Tiba di Indonesia, untuk Vaksinasi Gotong Royong

Kemudian anggaran untuk dukungan vaksinasi sebesar Rp 31,9 miliar dengan realisasi Rp 8,75 miliar (27,41 %). Untuk belanja kesehatan lain Rp 15,8 miliar dengan realisasi Rp 5,6 miliar (35,65 %).

Dukungan pada kelurahan dalam penanganan pandemi Covid-19 Rp 1,83 dengan realisasi Rp 1,1 miliar (60,22 %).

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 Pusat dan sejumlah kepala daerah secara daring di Gedung F, Kompleks Setda Kebumen, Jumat (30/7).

Acara dihadiri oleh Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo, Asisten I Sekda Edi Rianto ST MT, Kepala Dinas Kesehatan dr Dwi Budi Satrio MKes dan sejumlah kepala OPD terkait.

Baca Juga: Permasalahan Vaksin di Semarang Dapat Perhatian dari Kantor Staf Presiden

Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menyebutkan pemasalahan yang dihadapi adalah masih rendahnya capaian tracing dari target 1:15, capaian di Kebumen 1:10.

Selain itu, kasus kematian Covid-19 masih cukup tinggi.

Mortality rate mencapai 36,8, jumlah konfirmasi meninggal dunia per 100.000 penduduk.

Menurut Bupati, salah satu penyebab tingginya angka kematian Covid-19 di Kebumen karena masih banyak warga ketika sakit yang mengarah pada gejala Covid-19 tidak langsung dibawa ke rumah sakit, terlebih mereka yang punya penyakit penyerta.

"Jadi masyarakat harus memahami, ketika sudah demam, panas dua hari tidak sembuh jangan ragu untuk periksa ke dokter atau rumah sakit. Apalagi kalau ada penyakit penyerta, gula, jantung, asma, jangan sampai telat, rujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Jajaki Dukungan Capres

Senin, 18 Oktober 2021 | 17:10 WIB

Saatnya, Kawasan Selatan Jabar Jadi Sasaran Menawan

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:32 WIB
X