Parpol di Kota Magelang Terima Banpol Rp 568.199.000

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:23 WIB
BANTUAN KEUANGAN: Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyerahkan bantuan keuangan untuk partai politik kepada Ketua DPD PKS Kota Magelang, Bustanul Arifin di Pendopo Pengabdian. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
BANTUAN KEUANGAN: Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyerahkan bantuan keuangan untuk partai politik kepada Ketua DPD PKS Kota Magelang, Bustanul Arifin di Pendopo Pengabdian. (suaramerdeka.com/Asef Amani)


MAGELANG, suaramerdeka.com – Partai politik pemilik kursi di DPRD Kota Magelang menerima bantuan keuangan dari Pemkot Magelang tahun 2021 senilai total Rp 568.199.000. Bantuan keuangan untuk parpol (banpol) ini diharap dapat mendorong partai semakin mengakar di masyarakat.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menyerahkan langsung bantuan ini kepada perwakilan penerima di Pendopo Pengabdian, Jumat (30/7). Turut hadir Wakil Wali Kota Magelang M Mansyur, Ketua DPRD Kota Magelang Budi Prayitno dan jajaran pejabat Pemkot Magelang.

Kepala Badan Kesbang Pol dan Linmas Kota Magelang, Hamzah Kholifi mengatakan, bantuan keuangan yang diterima masing-masing parpol ini sesuai Peraturan Wali Kota Magelang Nomor 15/2020 tentang tata cara penghitungan dan besarnya bantuan keuangan kepada partai politik di Kota Magelang periode 2020-2023 berdasarkan hasil pemilu 2019.

Baca Juga: Surat Terbuka APPI untuk Presiden: Gelandang PSIS Berharap Liga 1 Jalan Tanpa Keraguan

“Bantuan keuangan kepada parpol ini dibiayai APBD Kota Magelang tahun anggaran 2021. Besaran masing-masing parpol bervariasi,” ujarnya di sela kegiatan.

Dia menyebutkan, bantuan keuangan untuk PDIP Rp 197 juta, PKS Rp 79,2 juta, Partai Demokrat Rp 77,9 juta, PKB Rp 67,1 juta, dan Partai Golkar Rp 49,6 juta. Kemudian Partai Gerindra Rp 42,7 juta, Partai Hanura Rp 33,8 juta, dan Partai Perindo Rp 20,6 juta.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz menuturkan, bantuan keuangan ini untuk mendorong agar partai semakin mengakar di masyarakat. Masyarakat pun harus lebih dewasa menyikapi perbedaan partai setiap individu.

Baca Juga: Tekan Kasus Covid-19, PDI Perjuangan Jabar Gandeng Warung Makan Layani Warga Isoman

“Jangan karena beda partai masyarakat jadi pecah," tandasnya.

Dokter Aziz mengutarakan, saat ini Indonesia, tidak terkecuali Kota Magelang, sedang menghadapi pendami global Covid-19 yang tak kunjung reda. Persoalan ini dapat dihadapi dengan persatuan semuan elemen masyarakat, termasuk partai politik yang duduk di lembaga Legislatif.

“Menghadapi pandemi harus bersatu, jangan mencari kelemahan. Bangsa ini berhadapan dengan bangsa lain. Kita boleh berdebat, berdiskusi, tapi setelah itu kita harus bersatu," tuturnya yang menyebutkan parpol adalah harapan warga, menjadi penyambung lidah masyarakat dan ia pun siap diingatkan dalam konteks membangun jika kinerjanya dinilai kurang baik.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Munas Alim Ulama, PPP Kumpulkan 4 Gubernur di Semarang

Minggu, 17 Oktober 2021 | 18:38 WIB

PPP dan Golkar Terbuka untuk Koalisi Pilpres 2024

Jumat, 15 Oktober 2021 | 20:06 WIB

Buntut Banteng vs Celeng, Mbogo Dipanggil DPP PDIP

Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:39 WIB
X