Jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan Malang, Ini Peran Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita

- Kamis, 6 Oktober 2022 | 22:05 WIB
Kapolri saat memberikan keterangan pers terkait penetapan 6 tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. (foto tangkapan layar akun youtube Polri TV)
Kapolri saat memberikan keterangan pers terkait penetapan 6 tersangka tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. (foto tangkapan layar akun youtube Polri TV)

suaramerdeka.com - Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita alias AHL merupakan satu dari enam tersangka yang ditetapkan oleh pihak kepolisian, dalam insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengungkapkan, keenam tersangka tersebut memiliki peran yang berlainan.

Selain AHL, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan inisial AH dan Security Officer berinisal SS juga ditetapkan tersangka.

Baca Juga: Raja Charles III Ucapkan Duka Cita Tragedi Kerusuhan Suporter di Stadion Kanjuruhan Malang

Kemudian tiga tersangka lainnya merupakan anggota kepolisian. Masing-masing Kabag Ops Polres Malang Wahyu SS, Danki 3 Brimob Polda Jatim inisial H, dan Kasat Samapta Polres Malang berinsial BSA.

"Tersangka AHL diduga melanggar Pasal 359 dan 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian atau luka berat, dan Pasal 103 ayat 1 juncto Pasal 52 Undang-Undang No 11 Tahun 2022 tentang Olahraga," kata kapolri saat memberikan keterangan pers kepada media, Kamis 6 Oktober 2022.

Menurut kapolri, penetapan enam tersangka tersebut berdasarkan gelar perkara dan alat bukti permulaan yang cukup.

Baca Juga: Forkopimda dan Polres Semarang Gelar Doa Bersama Suporter Korban Stadion Kanjuruhan Malang

Adapun peran dari Direktur LIB Akhmad Hadian Lukita yakni bertanggung jawab untuk memastikan setiap stadion memiliki sertifikasi layak fungsi.

"Pada saat menunjuk stadion (Kanjuruhan, Malang-Red), persyaratan fungsinya belum mencukupi dan menggunakan hasil verifikasi tahun 2020," ungkap kapolri.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X