Limbah Medis B3 Meningkat Signifikan, Menteri LHK: Pemerintah Jangan Lengah

- Jumat, 30 Juli 2021 | 08:48 WIB
Pengolahan limbah medis. (suaramerdeka.com / dok)
Pengolahan limbah medis. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya  mengakui, limbah medis B3 selama pandemi Covid-19 mengalami peningkatan cukup signifikan.

Di Jawa Barat limbah B3 medis meningkat dari 74,03 ton pada 9 Maret menjadi 836,975 ton pada 27 Juli 2021. Di Jawa Tengah, dari 122,82 ton meningkat menjadi 502,401 ton.

Di Jawa Timur, dari 509,16 ton menjadi 629,497 ton. Di Banten, dari 228,06 ton menjadi 591,79 ton. Sementara di DKI Jakarta, dari 7.496,56 ton menjadi 10.939,053 ton.

“Pemerintah daerah jangan lengah soal limbah medis ini. Ikuti perkembangan di lapangannya, sarana-sarananya,” tegas Menteri LHK.

Baca Juga: Pasien Covid-19 Sedang dan Berat Tak boleh Isoman, Harus Ditangani Secara Terpantau

Ditambahkan Siti, dari dana Rp1,3 triliun yang diproyeksikan, sekitar Rp 600 miliar merupakan dana yang dialokasikan untuk transfer kepada daerah.

Menteri LHK juga memaparkan, pihaknya telah menyampaikan surat kepada pemda pada bulan Maret lalu yang menegaskan bahwa limbah medis Covid-19 tidak boleh dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

“Itu kalau kalau dibuang ke TPA berarti bisa kena sanksi. Oleh karena itu, kami minta pemerintah daerah untuk berhati-hati dan menaati soal ini,” tegasnya.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Pastikan Obat-obatan dan Oksigen untuk Luar Jawa-Bali Masih Aman

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengintensifkan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis Covid-19 secara sistematis.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pak Penghulu pun Kenakan APD

Rabu, 22 September 2021 | 01:35 WIB

PTM Tanpa Izin, 90 Siswa Terpapar Virus Korona

Rabu, 22 September 2021 | 01:29 WIB

Rehab Rumah Tak Layak Huni, BRI Gombong Bantu Rp 50 Juta

Selasa, 21 September 2021 | 21:46 WIB

RK: Siap-siap Hidup dengan Covid-19 Sebagai Endemi

Selasa, 21 September 2021 | 17:32 WIB
X