Aksi Bendera Putih Diharap Tak terjadi, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Proaktif Temui Masyarakat

- Kamis, 29 Juli 2021 | 18:31 WIB
Ridwan Kamil. (suaramerdeka.com / dok)
Ridwan Kamil. (suaramerdeka.com / dok)

BANDUNG, suaramerdeka.com - Gubernur Jabar, Ridwan Kamil meminta bupati dan wali kota di 27 kabupaten dan kota di Jabar bisa merespon kegelisahan masyarakat di wilayahnya selama masa PPKM level dalam rangka menekan penyebaran kasus Covid-19.

Dengan langkah tersebut, Emil menyebut aksi-aksi yang disuarakan masyarakat di antaranya berupa pengibaran bendera putih atas kondisi selama pengetatan diharapkan tak terjadi karena adanya perhatian yang diberikan.

"Saya titip untuk memonitor keresahan masyarakat, dan ini sesuai pula arahan Kapolda, tolong bupati dan walikota proaktif terima aspirasi sehingga tak ada aksi-aksi jalanan, aksi-aksi bendera, karena semuanya dilakukan," tandasnya secara daring, Kamis (29/7).

Baca Juga: Anak dan Ibu Pasien Covid-19 Meninggal, Polsek Pekalongan Barat Amankan Pemakaman

Menurut dia, kondisi pada saat ini menuntut pemimpin untuk turun langsung ke lapangan untuk lebih banyak lagi berinteraksi dan mendengarkan suara-suara di masyarakat sekaligus menguatkannya atas dinamika yang terjadi.

Langkah itu bisa dibarengi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat yang memang dibutuhkan di tengah situasi yang tak mudah sebagai imbas dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya terkendali.

"Saya harap kepala daerah semua turun untuk memberikan bantuan, memberikan sembako, semata-mata kalau pemimpinnya turun masyarakat akan merasa dekat, tenang, karena tak berkutat jauh, tapi dekat dalam keseharian, masyarakat," katanya.

Baca Juga: Solusi Tangani Limbah Medis, KLHK Beri Dispensasi Operasi untuk Fasyankes dengan Syarat

Tak hanya itu, Emil menyebut bahwa dengan semakin banyaknya kepala daerah bergerak ke bawah, itu akan memberikan pula penguat akan optimisme dalam menghadapi tantangan yang tak mudah tersebut di tengah rakyat.

Pihaknya menyadari bahwa semua kalangan dalam situasi yang berkesusahan. Untuk itu, kebersamaan dan sinergi diperlukan dalam meresponnya. Karena realitas yang terjadi memang harus dihadapi.

"Kami kehilangan Rp 20 miliar perhari selama PPKM, total Jabar hilang Rp 5 triliun, karenanya refocusing anggaran membuat banyak orang kecewa karena berdampak ke program pembagunan. Tapi ini relialitas yang dihadapi," katanya.

Baca Juga: Kebutuhan Terapi bagi Pasien Covid-19 Melonjak, Menkes: Pemerintah Siapkan dan Segera Didistribusikan

"Semua berkesusahan, ada yang hilang puluhan ribu di jalanan, hilang ratusan ribu di warung kecil, hilang jutaan di restoran, miliaran di perusahaan, dan triliunan di pemerintah, semua susah," imbuh Ridwan Kamil.

Karenanya, Pemprov Jabar pun, katanya, berusaha mendukung pemberian kemudahan kepada masyarakat. Di antaranya pajak, sepanjang menjadi kewenangan provinsi, seperti prosentase tunggakan.

"Karena kita paham daya beli masyarakat sedang turun. Kita semua terdampak karenanya kita berempati dulu kendati dengan berkurangnya pajak, pendapatan kita hilang, sehingga rakyat susah lagi, karena pembangunan menjadi terganggu," katanya.dwi

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X