Kebutuhan Terapi bagi Pasien Covid-19 Melonjak, Menkes: Pemerintah Siapkan dan Segera Didistribusikan

- Kamis, 29 Juli 2021 | 17:31 WIB

JAKARTA, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa kebutuhan obat terapi bagi pasien Covid-19 melonjak signifikan sejak 1 Juni 2021.

Hal itu seiring dengan lonjakan pasien Covid-19 yang terus meningkat.

Pemerintah bersama GP Farmasi tengah melakukan tiga upaya untuk memenuhi kebutuhan obat di Tanah Air yakni mengimpor bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi dan mempercepat distribusi ke daerah.

"Sejumlah produsen di Tanah Air telah bersedia untuk meningkatkan kapasitas produksi obat Azithromycin dan Favipiravir," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadiki, dalam konferensi persnya, Kamis 29 Juli 2021.

Baca Juga: 85,3 Persen Siswa Takut Tertinggal Pelajaran selama Daring, Pakar Pendidikan: Perlu Integrasi Metode Hybrid

Sementara, untuk jenis obat yang belum bisa diproduksi di tanah air seperti Remdesivir, Actemra dan Gammaraas akan diimpor.

Menkes mengatakan, melalui dua mekanisme ini, ditargetkan pada Agustus mendatang, jumlah obat terapi Covid-19 bisa mencukupi kebutuhan.

"Terkait distribusi obat ke daerah, pemerintah telah menyiapkan tiga skema yakni distribusi secara bertahap ke 12 ribu apotik aktif," ujar Menkes.

Sementara distribusi 2 juta paket obat ke Puskesmas melalui TNI dan distribusi melalui pengiriman obat gratis melalui 11 platform Telemedicine.

Baca Juga: Pepet Covid-19, Sentra Vaksinasi BPBD Jabar-Pemkab Bogor Sasar 56 Ribu Warga

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: kemenkes

Tags

Terkini

Rabu Pagi, Lumajang Diguncang Gempa 3,3 SR

Rabu, 8 Desember 2021 | 13:03 WIB
X