PPKM Darurat Sesuai Rekomendasi WHO, SIti: untuk Turunkan Mobilitas, Bukan Menghentikan

- Senin, 2 Agustus 2021 | 11:05 WIB
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (covid19.go.id)
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid. (covid19.go.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com -  Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 saat ini disebabkan karena ada mutasi baru varian Delta dari India.

Jadi, pemerintah perlu mengencangkan kembali pelaksanaan rem darurat melalui PPKM.

"PPKM Darurat Level 4 hingga 1 itu sesuai dengan rekomendasi WHO. Upaya ini untuk menurunkan mobilitas, bukan menghentikan," kilahnya.

Hal itu karena mobilitas memfasilitasi varian virus menyebar ke seluruh daerah. Sehingga kasus di daerah secara cepat meningkat dalam jumlah besar.

Baca Juga: Terkait Isu Gelombang Panas, BMKG: Tidak Mungkin Terjadi di Indonesia

Pemerintah menilai, penerapan PPKM Darurat berdasarkan level tidak mengganggu aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat. Hal itu karena diterapkan di level RT/RW, desa / kelurahan atau kecamatan saja.

"Di level yang paling terkecil sangat memungkinkan untuk mengawasi arus keluar masuk di wilayah tersebut," tukasnya.

Clinical Epidemilog Ahlina Institute Dr. Tifauzia Tyassuma mengatakan, bahwa situasi Indonesia sekarang sudah memasuki krisis sosial. Jadi, dikhawatirkan akan memicu terjadinya chaos atau kerusuhan di masyarakat.

Baca Juga: DPRD Kebumen Gelar Legislatif Award 2021 Beri Penghargaan untuk 10 Kategori

"Ini yang paling kita khawatirkan, kita mesti bersama-sama segera bahu-membahu untuk mencegah. Jangan sampai krisis sosial ini menjadi chaos," harapnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X