Siapkan Pemimpin Transformasional, Kemendagri dan ESQ Bekali Pejabat Internalisasi Ber-AKHLAK

- Senin, 3 Oktober 2022 | 18:10 WIB
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro saat memberikan pengarahan kepada 35 peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon 3 dan Analis Madya dalam Pelatihan Change Leader Batch 1 Senin 3 Oktober 2022. (suaramerdeka.com / dok)
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro saat memberikan pengarahan kepada 35 peserta yang terdiri dari Pejabat Eselon 3 dan Analis Madya dalam Pelatihan Change Leader Batch 1 Senin 3 Oktober 2022. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Accelerated Culture Transformation (ACT) Consulting yang merupakan bagian dari ESQ Leadership Centre menggelar Pelatihan Change Leader Batch 1.

Pelatihan ini digelar 35 peserta dari Pejabat Eselon 3 dan Analis Madya di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Acara yang digelar dalam rangka menindaklanjuti Roadmap Transformasi Budaya Kerja Ber-AKHLAK tersebut dilaksanakan di Aula Gedung F Kemendagri pada Senin 3 Oktober 2022.

Baca Juga: Bukan Ngarang, Gangguan Kecemasan Bisa Hilang Berkat Menanam Bunga Telang di Pekarangan, Kok Bisa?

Dijelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk penerapan budaya kerja BerAKHLAK yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif kepada Pegawai Negeri Sipil lingkup Kemendagri.

Maka dari itu perlu Change Leader, agar menjadi pembimbing bagi Change Agent untuk memonitor berjalannya Action Plan.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro yang hadir di pelatihan Change Leaders itu, berharap para peserta bisa memahami tugas serta tanggung jawab sebagai change leader dan mendapatkan pembekalan keterampilan praktis yang diperlukan.

Baca Juga: Terima Akibatnya Kalau Tetap Ngotot Pelihara Si Kuning Cantik Burung Kenari, Bonusnya Gak Bikin Nyesel!

“Change atau berubah itu filosofinya seperti Superman. Kata-kata berubah mengandung harapan yang luar biasa. Bicara soal perubahan, saya teringat dengan Park Chung Hee (mantan Presiden Korea Selatan tahun 1963) yang bisa bangkit bahkan bersaing dengan Jepang."

"Padahal dulu Korea dan Jepang ini memiliki kehancuran atau kondisi yang sama. Lalu bagaimana cara mengejar Jepang? Park Chung Hee mengubah mindset seluruh pimpinan dan rakyatnya,” papar Suhajar.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X