Banyaknya Korban Tragedi Kanjuruhan Kalangan Anak-Anak, Ini Kata Wakil Direktur Asia untuk Human Rights Watch

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 17:06 WIB
Wakil Direktur Asia untuk Human Rights Watch Phil Robertson soroti banyaknya korban kanjuruhan dari anak-anak.
Wakil Direktur Asia untuk Human Rights Watch Phil Robertson soroti banyaknya korban kanjuruhan dari anak-anak.

JAKARTA, suaramerdeka.com - Media dunia menyoroti tingginya korban tewas anak-anak dalam tragedi di stadion Kanjuruhan hari Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu.

Media besar seperti, kantor berita AFP, Reuters, Al Jazeera, Arab News, BBC dan Associated Press ikut menyoroti tragedi memilukan di Malang, khususnya pada tingginya jumlah korban jiwa anak-anak.

Tragedi memilukan yang terjadi pada Sabtu malam di kota Malang menyebabkan 125 orang tewas.

33 di antaranya anak-anak dan lebih dari 300 lainnya terluka setelah petugas menembakkan gas air mata di stadion yang penuh sesak.

Baca Juga: Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan, Ceritakan Anak Kecil Meninggal

Pelontaran gas air mata ini ditujukan untuk memadamkan tindakan pendukung Arema yang masuk ke lapangan.

Peristiwa itu disusul bentrokan dengan aparat yamg akhirnya memicu penembakan gas air mata secara membabi buta ke arah tribun penonton dan jalan keluar.

"Semua yang bertanggung jawab harus bertanggung jawab atas bencana ini, terlepas dari status atau posisi mereka," kata Phil Robertson, Wakil Direktur Asia untuk Human Rights Watch yang berbasis di New York, yang dikutip tim suaramerdeka.com.

Phil Robertson juga mengatakan bahwa aparat dan tim federasi sendiri tidak dapat melakukan penyelidikan sendiri.

Baca Juga: Turun Harga! Inilah Rekomendasi 30 Set Top Box (STB) TV Digital Lengkap denga Harga Bulan Oktober 2022

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X