Sejarah Gas Air Mata, Untuk Perang Kimia Sampai Membubarkan Perusuh Tanpa Menggunakan Kekerasan

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:46 WIB
Ilustrasi petugas keamanan diantara kepulan asap gas air mata. Foto: Pixabay.
Ilustrasi petugas keamanan diantara kepulan asap gas air mata. Foto: Pixabay.

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gas air mata pertama kali digunakan di Perang Dunia I dalam perang kimia.

Tetapi karena efeknya berlangsung singkat dan jarang melumpuhkan, gas air mata mulai digunakan oleh lembaga penegak hukum.

Sebagai sarana untuk membubarkan massa, melumpuhkan perusuh, dan mengusir tersangka bersenjata tanpa penggunaan kekuatan mematikan.

Baca Juga: Deklarasi Anies Baswedan Jadi Capres NasDem, KPK: Penyelidikan Formula E Tetap Lanjut

Dilansir dari sciencehistory.org, senjata itu telah terbukti berguna di medan perang Perang Dunia I dalam penyerangan, menyengat mata lawan untuk merusak tujuan mereka, dan sebaliknya membuat tentara tidak beroperasi.

Baik pasukan Sekutu dan Jerman mempersenjatai gas air mata dan menggunakannya sebentar sebelum beralih ke serangan gas klorin dan mustard yang lebih mematikan pada musim semi tahun 1915.

Ketika Pasukan Ekspedisi Amerika memasuki perang pada tahun 1917, mereka juga mengadopsi penggunaan eksperimental gas air mata dan bahan kimia yang mematikan.

Baca Juga: Alhamdulillah, Ini 8 Tokoh Mualaf Paling Fenomenal dan Berpengaruh di Dunia Islam

Pada awal abad ke-20, polisi Prancis bereksperimen dengan gas air mata untuk menangkap penjahat, tetapi sebagian besar zat tersebut tidak aktif sampai dipanggil untuk berperang dalam perang besar.

Setelah perang usai, penegakan hukum menuntut alat pengendalian massa yang tidak melibatkan penembakan warga sipil.

Halaman:

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X