Panglima TNI Tegaskan Akan Hukum Prajurit Yang Terbukti Anarkis Dalam Tragedi Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 19:25 WIB
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa menegaskan bakal memproses hukum prajurit TNI yang terbukti melakukan tindakan kekerasan atau anarkis kepada penonton usai laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 2 Oktober 2022, kemarin. 

Sebelumnya dalam video kericuhan di stadion Kanjuruhan yang beredar, terlihat petugas TNI bertindak keras dengan melakukan tendangan kungfu kepada salah satu suporter di lapangan.

Menanggapi video yang viral itu, Andika Perkasa menyebut tindakan prajurit tersebut bukan termasuk untuk menjaga pertahanan diri. 

Baca Juga: Erik Ten Hag Dan Pep Guardioala Prihatin Dengan Tragedi Kanjuruhan, Pep: Sangat Menyedihkan

"Kalau yang dilihat di viral kemarin kan itu bukan dalam rangka mempertahankan diri atau misalnya bukan. Itu termasuk bagi saya masuk ke tindak pidana. Karena orang lagi, mungkin juga tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang," kata Andika di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Dirinya menilai bahwa kalau penonton tidak tengah melakukan penyerangan ke anggota TNI tapi malah mendapatkan tindakan kekerasan.

"Kita satuan akan telusuri dulu. Kami juga sambil menunggu apabila ada video-video lain siapa tahu sebagai bahan melengkapi investigasi dan proses hukum," tambahnya.

Baca Juga: Cara Jitu dan Gampang Meracik Kencana Ungu Menjadi Obat Herbal Ampuh Turunkan Gula Darah

Sebelumnya, permintaan pengusutan keterlibatan oknum prajurit TNI itu telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polhukam.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi terkait dengan pengusutan tragedi di Kanjuruhan, salah satunya disepakati bahwa Pemerintah meminta Jenderal Andika untuk melakukan tindakan cepat sesuai dengan aturan yang berlaku dalam mengusut kebenaran mengenai keterlibatan oknum TNI.

Halaman:

Editor: Jati Prihatnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X