Sosialisasi Gratifikasi di Kemenag, KPK: Edukasi Budaya Anti Korupsi

- Rabu, 28 Juli 2021 | 23:21 WIB
Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Gratifikasi (kemenag/dok)
Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Gratifikasi (kemenag/dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Kementerian Agama tentang pentingnya edukasi anti korupsi yang dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan begitu, diharapkan akan terbentuk budaya anti korupsi.

"Peran edukasi anti korupsi sangat penting agar menjadi budaya,” tegas Kepala Program Pengendalian Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK RI, Sugiarto, saat memberikan sambutan pada Sosialisasi Gratifikasi dan Bimbingan Teknis E-Learning Gratifikasi yang digelar Inspektorat Jenderal Kemenag secara daring, Selasa, (27/7/2021).

Baca Juga: Dandim 0802/Ponorogo Ajak Masyarakat Sudah Divaksin Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Kegiatan ini diikuti 260 peserta dari Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) pada Satuan Kerja Kementerian Agama. Mereka berasal dari 11 Eselon I Pusat, 34 Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, 73 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN), 30 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), dan sejumlah auditor.

“(Budaya anti korupsi ini bisa) dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu: keluarga, dan pendekatan agama juga menjadi hal penting," sambung Sugiarto.

Baca Juga: BPJPH Dukung Pengembangan Produk Kosmetik Halal

Menurutnya, KPK dan Kemenag saat ini telah bersinergi dalam menyusun pedoman pencegahan korupsi dengan pendekatan agama. Sugiarto berharap proses diseminasi pedoman ini bisa melibatkan para penyuluh agama di Kemenag.

Inspektur Jenderal Kemenag, Deni Suardini, menggarisbawahi pentingnya kegiatan ini demi mewujudkan Kemenag bersih dan bebas dari korupsi, kolusi, nepotisme.

"Salah satu program yang menjadi fokus Kemenag adalah menjaga akuntabilitas dan integritas, salah satu upaya perbaikannya adalah dengan membentuk sistem pengendalian gratifikasi sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi," tutur Deni.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Keluarga Minta Kasus Live Bunuh Diri Dibongkar

Jumat, 17 September 2021 | 21:57 WIB

WHO: Awas Lonjakan Mobilitas Warga

Jumat, 17 September 2021 | 14:18 WIB

Menyusuri Jejak Semarang hingga Belanda

Jumat, 17 September 2021 | 01:00 WIB
X