Entah Siapa yang Salah? Petaka Gas Air Mata Tanpa Bonek Hanya Aremania, Panpel, Aparat di Stadion Kanjuruhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 11:29 WIB
Tragedi Kerusuhan Maut di Stadion Kanjuruhan (Instagram/@aremafcofficial)
Tragedi Kerusuhan Maut di Stadion Kanjuruhan (Instagram/@aremafcofficial)

MALANG, suaramerdeka.com - Tragedi Kerusuhan Maut di Stadion Kanjuruhan Malang begitu menyesakkan dada, betapa tidak, ratusan orang jadi korban.

Tragedi ini tercatat merupakan yang terburuk dalam sejarah sepakbola Indonesia, versi Polisi jumlah korban meninggal sampai 125 jiwa yang di dominasi usia muda.

Nah semua insan terhenyak atas kejadian memilukan ini, kedepan adalah jalan terjal mencari siapa, apa, dan mengapa kejadian maut ini bisa terjadi.

Entah Siapa yang Salah, tapi semua pihak pasti ada kesalahan elementer, dan pasti akan muncul pembenaran-pembenaran.

Baca Juga: Ini Dia Mom 13 Manfaat Ajaib Daun Katuk Selain Tambah ASI Busui, Flu dan Diabetes Pun Lenyap

Perlu diketahui bahwa penggunaan gas air mata telah melanggar regulasi FIFA pasal 19 b yang berbunyi No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.

“Tidak ada senjata api atau gas pengendali masa (gas air mata) yang boleh dibawa atau digunakan."

Menteri Kordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD buka suara tentang tragedi maut kerusuhan pasca pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang pada akun Instagramnya @mohmahfudmd.

Dilansir dari unggahan itu, Mahfud MD menginformasikan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit dan Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta.

Baca Juga: Trawangan Shio di Oktober Tahun Macan Air 2022, Nomor 5 Paling Gegerkan Dunia Ramalan, Hoki Nomplok Kaya Emas

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X