Imbas Tragedi Maut Kanjuruhan, Lebih dari 5.000 Orang Teken Petisi Hapus Penggunaan Gas Air Mata

- Senin, 3 Oktober 2022 | 11:00 WIB
Lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi untuk menghentikan penggunaan gas air mata usai terjadinya tragedi maut Kanjuruhan (change.org)
Lebih dari 5.000 orang telah menandatangani petisi untuk menghentikan penggunaan gas air mata usai terjadinya tragedi maut Kanjuruhan (change.org)

MALANG, suaramerdeka.com - Tragedi maut Kanjuruhan menjadi duka mendalam bagi sejarah sepak bola Tanah Air.

Berdasarkan data yang dirilis pihak kepolisian terhitung ada 125 orang yang menjadi korban jiwa pada kerusuhan maut Kanjuruhan.

Penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan dari pihak kepolisian untuk mengahalau masa ditengarai merupakan penyebab utama banyaknya korban yang berjatuhan.

Baca Juga: Operasi Zebra Digelar Mulai 3 hingga 16 Oktober 2022, Hindari 14 Pelanggaran Ini, Cek Juga Sanksinya

Saat gas air mata ditembakkan, banyak penonton yang akhirnya panik dan berhamburan melarikan diri ke pintu keluar.

Kondisi pintu keluar yang terkunci ditambah efek penggunaan gas air mata petugas kepolisian membuat situasi di pintu keluar Stadion Kanjuruhan penuh sesak hingga banyak yang kekurangan oksigen.

Padahal diketahui penggunaan gas air mata melanggar regulasi FIFA dalam pasal 19 poin b.

Baca Juga: Intip Cara Pasang Set Top Box dan 8 Langkah Cari Siaran TV Digital, Gampang Banget dan Anti Ribet!

Gelombang keras penolakan masyarakat mengenai penggunaan gas air mata akhirnya bergaung di media sosial.

Hingga akhirnya muncul petisi untuk menghentikan penggunaan gas air mata.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X