Polisi Kembali Disalahkan dalam Tragedi Stadion Kanjuruhan, Ini SOP Penggunaan Kekuatan Menghalau Kerusuhan

- Senin, 3 Oktober 2022 | 08:15 WIB
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)

MALANG,suaramerdeka.com - Kisruh dengan polisi kembali menelan korban. Stadion Kanjuruhan, Malang dihujani gas air mata.

Pelontaran gas air mata dilakukan setelah pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya selesai.

Berdasarkan informasi yang didapatkan tim suaramerdeka.com., pihak polisi melontarkan gas air mata tersebut karena ada suporter Arema FC yang meluapkan kemarahan atas kalahnya tim kesayangan mereka.

Akhirnya situasi berakhir tragis dan menelan korban banyak.

Baca Juga: Bersyukurlah Empat Zodiak Ini, Dikepung Rezeki dan Cuan Sampai 'Terbenam', Salah Satunya Anda?

Atas tindakan tersebut, pihak kepolisian kembali dimintai pertanggungjawabannya.

Dalam standard prosedur yang berlaku di Kepolisian, penggunaan kekuatan menghadapi tindakan massa agresif dan tindakan massa agresif yang bersifat segera, dilakukan langsung pada tahap V atau tahap VI.

Tindakan tersebut merujuk pada Perkap No 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan Dalam Tindakan Kepolisian.

Eksekusi tindakan disesuaikan dengan peristiwa gangguan nyata yang dihadapi antara lain:

Baca Juga: Dibukakan Dewi Fortuna, Enam Zodiak Dihadang Rezeki dan Cuan, Jangan Terlalu Boros Lohh

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X