Insiden Kericuhan di Kanjuruhan Malang, Ini Komentar Pengamat Hukum

- Senin, 3 Oktober 2022 | 01:25 WIB
Tangkapan layar akun youtube 'Media Dagelan Bola' yang memperlihatkan insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, pascalaga Arema Malang vs Persebaya Surabaya.
Tangkapan layar akun youtube 'Media Dagelan Bola' yang memperlihatkan insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, pascalaga Arema Malang vs Persebaya Surabaya.

suaramerdeka.com - Insiden kericuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, pascalaga Arema Malang vs Persebaya Surabaya yang merenggut ratusan nyawa manusia, mengundang rasa keprihatinan dan komentar dari banyak pihak.

Salah satunya Pengamat Hukum, Dr Hendra Wijaya ST SH MH. Ia menyampaikan belasungkawa kepada para korban dalam tragedi tersebut.

Hendra menduga, penyebab banyaknya korban yang meninggal dan luka karena terdapat kesalahan prosedur penggunaan gas air mata.

Baca Juga: Kerusuhan di Kanjuruhan Malang, Menpora: Jangan Salahkan Tim, Apalagi Pemainnya!

"Saya menyampaikan belasungkawa atas tragedi di Kanjuruhan. Menurut saya, tragedi tersebut diduga disebabkan oleh penggunaan gas air mata di dalam stadion," kata Hendra, Minggu 2 Oktober 2022.

Hendra yang juga Ketua DPC Ferari Kota Semarang itu menuturkan, berdasarkan aturan FIFA yang tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, pada pasal 19 poin b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa.

Untuk melindungi para pemain dan ofisial serta menjaga ketertiban umum, diperlukan penempatan steward dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan:

Baca Juga: Kerusuhan di Kanjuruhan Malang, Ini Ungkapan Duka Cita dari Presiden AFC

a) Setiap pramugara atau petugas polisi yang ditempatkan di sekitar lapangan permainan kemungkinan besar akan direkam di televisi, dan oleh karena itu perilaku dan penampilan mereka harus memiliki standar tertinggi setiap saat.

b) Tidak ada senjata api atau "gas pengendali massa" yang boleh dibawa atau digunakan.

Halaman:

Editor: Eko Fataip

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X