Kerusuhan Maut Kanjuruhan, Pemkab Malang Pastikan Tanggung Biaya Rumah Sakit Korban

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:12 WIB
Ilustrasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya. Kanjuruhan Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)
Ilustrasi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya. Kanjuruhan Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)

MALANG, suaramerdeka.com - Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang menjadi salah satu peristiwa kelam sepak bola Tanah Air.

Bahkan kerusuhan Kanjuruhan menjadi tragedi sepak bola terparah kedua di dunia usai tragedi di Lima, Peru tahun 1964 lalu.

Hingga kini jumlah korban tewas kerusuhan Kanjuran bahkan mencapai 182 orang.

"Data terkumpul korban jiwa mencapai 182 orang," tulis Twitter Arema Indonesia pada Minggu, 2 Oktober 2022.

Baca Juga: Presiden Arema FC Juragan 99 Minta Maaf Atas Kerusuhan Maut Kanjuruhan: Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Tercatat ada 12 rumah sakit dan puskesmas yang menjadi rujukan korban tragedi kerusuhan Kanjuruhan yakni RS Kanjuruhan Kepanjen, RS Wava Husada Kepanjen, RS Hasta Husada Kepanjen, RS / Klinik Teja Husada Kec. Kepanjen, RS Ben Mari Pakisaji serta RSI Gondanglegi

Kemudian Puskesmas Gondanglegi, RSU Pindad Turen, RS Salsabila Jatikerto Kec. Kromengan, RSBK Turen, RSSA Kota Malang serta RS Bhayangkara Hasta Brata Kota Batu.

Bupati Malang, Sanusi tegas menyatakan para korban yang dirawat di rumah sakit akibat peristiwa tragedi Stadion Kanjuruhan biayanya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Malang.

"Biaya perawatan korban nanti akan ditanggung oleh Kabupaten Malang, jadi saya menghimbau seluruh Rumah Sakit yang merawat korban, agar langsung melakukan perawatan terhadap korban, jangan memikirkan biaya, karena akan ditanggung oleh Kabupaten Malang," ujar Bupati Malang, Sanusi.

Baca Juga: Ini Instruksi Khusus Presiden Jokowi Untuk Kapolri, Menkes dan Gubernur Jatim Pasca Kerusuhan Maut Kanjuruhan

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X