Salah Siapa? Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan dari Gas Air Mata, Terinjak, Sesak Nafas, Langgar Aturan FIFA

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 12:42 WIB
tragedi maut kerusuhan pasca pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)
tragedi maut kerusuhan pasca pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang. (Tangkapan layar Twitter/@MafiaWasit)

MALANG, suaramerdeka.com - Menteri Kordinasi Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI Mahfud MD buka suara tentang tragedi maut kerusuhan pasca pertandingan sepakbola di Kanjuruhan Malang pada akun Instagramnya @mohmahfudmd.

Dilansir dari unggahan itu, Mahfud MD menginformasikan bahwa dirinya telah mendapatkan informasi dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit.

“Saya sudah dapat informasi dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit. Saya juga sudah berkordinasi dengan Kapolda Jatim, Irjen Nico Afinta,” tulisnya.

Baca Juga: Hanya 5 Weton INI Jadi Pembawa Batin Ratu Adil Selaras Sabda Pandawa: Kebenaran akan Jadi Pemenang

“Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik,” sambungnya.

Mahfud MD menegaskan bahwa kejadian yang terjadi bukan karena bentrok antar suporter.

“Perlu saya tegaskan bahwa tragedi Kanjuruhan itu bukan bentrok antar suporter Persebaya dengan Arema.

Sebab pada pertandingan itu suporter Persebaya tidak boleh ikut menonton,” jelas Mahfud MD.

“Suporter di lapangan hanya dari pihak Arema. Oleh sebab itu, para korban pada umumnya meninggal karena desak-desakan, saling himpit,

dan terinjak-injak serta sesak nafas. Tak ada korban pemukulan atau penganiayaan antar suporter,” sambungnya.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X