Dugaan Kriminalisasi Anies Baswedan, KPK Jangan Sampai Jadi Alat Politik

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 17:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (suaramerdeka.com / dok)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilaporkan menjadikan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan sebagai tersangka atas kasus dugaan pelanggaraan pidana dalam penyelenggaraan balapan Formula E.

Upaya KPK mendapatkan reaksi keras dari Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) dan atas dugaan upaya ‘terburu-buru’,

Dengan menyitir laporan investigasi yang dilakukan sebuah media, organisasi masyarakat pendukung Anies Baswedan itu menilai bahwa KPK tak memiliki alat bukti yang cukup menjadikan Anies sebagai tersangka.

Baca Juga: Cek Prediksi Karir dan Keuangan Zodiak Cancer, Sagitarius, Pisces, Virgo, Taurus, Libra, Minggu 2 Oktober 2022

KPK sebagaimana terungkap dalam investigasi itu, yakni agar tidak ’keduluan’ rencana koalisi parpol mendeklarasikan Anies sebagai Calon Presiden 2024 karena dikuatirkan dapat menyulitkan teknis pengusutan kasusnya, dinilai mengandung bias politik.

KPK bukanlah pihak dalam kompetisi politik khususnya Pemilihan Presiden (Pilpres). Karena itu, kami menolak segala upaya untuk menjadikan KPK sebagai instrumen politik,” kata Sekjen SKI Raharja Waluya Jati, Sabtu 1 Oktober 2022.

Laporan investigasi yang disitir SKI itu juga menyebutkan bahwa KPK telah berupaya mempengaruhi pakar-pakar hukum agar mau menyatakan adanya pelanggaran pidana dalam kasus penyelenggaraan balapan Formula E.

Baca Juga: Mukjizat Aura Sultan, 3 Shio Ini Memang Magnet Rezeki, Enteng Tarik Uang dari Segala Sisi

Meski demikian, tidak semua pakar hukum menuruti kemauan lembaga tersebut. Pakar hukum UNPAD Prof Romli Atmasasmita. 

Misalnya, bersikukuh dengan pandangannya bahwa dalam kasus tersebut hanya terdapat pelanggaran administratif.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X