Penggantian Posisi Hakim Aswanto Dinilai Cacat Hukum, Ini Kata Pakar Hukum

- Sabtu, 1 Oktober 2022 | 15:30 WIB
Penggantian posisi Hakim Aswanto menuai kontroversi. (law.uii.ac.id)
Penggantian posisi Hakim Aswanto menuai kontroversi. (law.uii.ac.id)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penggantian posisi Hakim Aswanto ini menuai kontroversi, terutama dikalangan para pelaku penegak hukum.

Masalahnya adalah penggantian posisi Hakim Aswanto ini tidak melalui alur yang semestinya.

Akademisi UII Yogyakarta, Allan FG Wardhana angkat bicara soal penggantian ini.

Akademisi UII tersebut menilai penggantian hakim konstitusi Aswanto telah mencederai UU.

Baca Juga: Rizky Billar Diduga Jenguk Lesti Kejora di Rumah Sakit Setelah Isu KDRT, Warganet Geram

"Mekanisme pergantian hakim MK Aswanto telah mencederai prinsip seleksi hakim MK yang objektif, akuntabel, transparan, dan terbuka sesuai yang telah diatur dalam Pasal 20 ayat 2 UU MK," kata Allan kepada tim suaramerdeka.com.

Penggantian Aswanto dengan Guntur Hamzah telah disahkan DPR dalam rapat paripurna pada Kamis, 30 September 2022 lalu.

Menurut Allan, langkah ini telah membuat masyarakat tidak tahu rekam jejak Guntur Hamzah.

"Diangkatnya Guntur Hamzah tanpa melalui proses seleksi jelas menghilangkan ruang bagi publik untuk dapat memberikan masukan, terutama terhadap rekam jejaknya selama ini, dan publik tidak akan tahu mengenai gagasan-gagasannya terkait masa depan kelembagaan MK," ujarnya.

Baca Juga: Ini Dia Cara Nonton Siaran TV Digital Lewat Smartphone Android, Cukup Pakai Alat Ini Saja

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X