Kebobolan, Polri Harus Tingkatkan Keamanan di Mako Brimob

- Jumat, 11 Mei 2018 | 14:44 WIB
Foto: Pikiran Rakyat
Foto: Pikiran Rakyat

JAKARTA, suaramerdeka.com - Terbunuhnya seorang polisi oleh terduga teroris yang melakukan serangan dari luar pasca kerusuhan di Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, dinilai sangat memprihatinkan. Sebab, hal itu bisa mempengaruhi kepercayaan publik terhadap kepolisian.

"Mako Brimob kembali kebobolan. Seorang terduga teroris berusia 23 tahun, melakukan serangan dari luar. Akibatnya seorang polisi tewas terbunuh dalam serangan itu," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane dalam pesan singkatnya, Jumat (11/5).

Menurutnya, IPW merasa prihatin dengan peristiwa tersebut. Hal itu karena terjadi di Mako Brimob pasca kekacauan di Rutan Brimob. Karenanya, IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob tersebut.

"Selain itu, Polri juga harus mengungkap pelaku dari teroris jaringan mana. Yang tidak kalah penting, Polri juga perlu meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob," ujarnya.

Dari info yang dikumpulkan IPW, diketahui bahwa pada , Kamis malam pukul 23.45 WIB, dua orang Intel Brimob melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako. Sepertinya ketiganya diduga membawa bahan peledak.

"Kedua Intel Brimob yakni Briptu Norman dan Briptu G pun berusaha membekuk ketiganya. Namun hanya TS yang tertangkap. Sedangkan dua temannya berhasil kabur dengan membawa bahan peledaknya," tutur Neta.

Kemudian, TS dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob. Saat diperiksa, TS diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung Siang, Jabar. "Saat diperiksa, TS ijin ke toilet. Karena lama tak muncul, lalu Bripka Marhun mendatangi toilet. Saat itulah TS melakukan serangan dan menikam anggota Brimob itu bertubi-tubi," paparnya.

Mendengar keributan di toilet, teman korban mendatangi TKP dan berhasil membekuk TS. Sementara Bripka Marhun yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Namun pada pukul 02.40 WIB, korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

"Untuk itu, Polri harus meningkatkan keamanan. Sebab jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat," tukasnya.

Halaman:

Editor: Linda

Tags

Terkini

X