Sarwo Edhi Wibowo, Tentara RPKAD Tampan Penumpas Kabut Malam Tragis

- Kamis, 29 September 2022 | 20:47 WIB
Sumber: Tangkap layar Youtube/Data Fakta
Sumber: Tangkap layar Youtube/Data Fakta

Baca Juga: Bawaslu Grobogan Gandeng Masyarakat hingga Akademisi Cegah Pelanggaran Pemilu 2024

Perintah pertamanya adalah merebut Radio Republik Indonesia (RRI) Pusat dari tangan pelaku G30S. Tugas ini berhasil terlaksana.

Pada pukul 17:00 sore 1 Oktober 1965 Pasukan RPKAD Pimpinan Sarwo Edhie diperintahkan untuk memulai merencanakan misi menguasai Gedung RRI dan Kantor Telekomunikasi.

Berikutnya, sekitar pukul 19:20 pasukan RPKAD sudah berhasil menguasai Gedung RRI secara penuh.

Baca Juga: Jangan Dibasmi, Bongkar Sarang Ratu Rayap, Telan yang Putih Montok, Bikin Tubuh Segar Bugar

Selanjutnya, perwira tampan tersebut diperintahkan untuk merebut pangkalan udara yang saat itu juga dikuasai pelaku. Pada 2 Oktober pagi, pangkalan udara halim dan sekitarnya berhasil dikuasainya.

Pada pukul 01:00 tanggal 2 Oktober dini hari, Mayjen Soeharto memerintahkan Sarwo Edhie untuk memulai misi menguasai Pangkalan Udara Halim.

Setelah tugasnya menangkap para pelaku G30S, Sarwo Edhie menjadi duet maut bersama Soeharto.

Pada 18 Oktober 1965, Sarwo Edhie bersama RPKAD berangkat ke Semarang atas perintah Soeharto yang sebelumnya telah mendengar kabar tentang kondisi di Semarang

Baca Juga: Bunga Telang Pancarkan Kulit Anti Belang, Khasiat Alami Bikin Wajah Kinclong Berseri

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X