Hilirisasi Komoditas Perkebunan Topang Peningkatan Ekonomi Nasional

- Kamis, 29 September 2022 | 19:58 WIB
Menko Airlangga Hartarto. Foto ekon.go.id
Menko Airlangga Hartarto. Foto ekon.go.id

JAKARTA, suaramerdeka.com - Peran sektor pertanian menjadi pengungkit kinerja ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 12,98 persen.

Peran penting pertanian tersebut salah satunya ditopang oleh kinerja subsektor perkebunan sebagai kontributor utama dengan share terhadap PDB pertanian hingga 27 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah berupaya mengoptimalkan subsektor perkebunan melalui berbagai langkah.

Baca Juga: Sekda Kendal Ajak Masyarakat Bantu Tangani Stunting

Hal itu agar dapat mendorong kinerja pertanian yang berdampak pada perekonomian nasional.

Salah satu langkah yang kini telah ditempuh Pemerintah yakni melalui hilirisasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing komoditas.

Hilirisasi yang dilakukan pemerintah telah mampu meningkatkan nilai ekpor pada sejumlah komoditas.

Baca Juga: Susu Kental Manis Jangan Hanya Diminum, Sisakan untuk Gelombang Cinta, Jadi Semakin Kinclong dan Manis

Seperti kelapa sawit yang tumbuh menjadi US$28.52 miliar pada 2021 serta besi dan baja yang juga tumbuh menjadi US$ 21.47 miliar di tahun 2021.

“Hilirisasi mampu menciptakan lapangan kerja, menciptakan nilai tambah, meningkatkan devisa, dan membuat neraca perdagangan positif. Kalau kita tidak beranjak dari hilirisasi maka value tidak bertambah, oleh karena itu hilirisasi berbagai komoditas harus didorong,” katanya saat menyampaikan keynote speech dalam acara Seminar Nasional Peran Standardisasi dan Produktivitas Hasil Komoditas Perkebunan Dalam Rangka Meningkatkan Nilai Ekspor Nasional, Kamis, 29 September 2022.

Halaman:

Editor: Cun Cahya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X