Penyesuaian Tarif Angkutan Penyeberangan, Gapasdap: Keselamatan Janganlah Dipolitisasi

- Kamis, 29 September 2022 | 06:50 WIB
Ilustrasi angkutan penyeberangan. (suaramerdeka.com / dok Dishub Aceh)
Ilustrasi angkutan penyeberangan. (suaramerdeka.com / dok Dishub Aceh)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penetapan penyesuaian tarif angkutan penyeberangan sebesar 11 persen, tidak sesuai dengan usulan Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap),

Penyesuaian tarif angkutan penyeberangan itu, sebagaimana Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 184 Tahun 2022.

Ketua Umum Gapasdap, Khoiri Soetomo mengatakan, usulan pihaknya menaikkan tarif akibat adanya kenaikan harga BBM adalah hanya sebesar 7-10 persen.

Akan tetapi yang besar adalah adanya kekurangan pada saat penetapan tarif sebelumnya yang dihitung mulai 2018, di mana kekurangan tersebut mencapai 35,4 persen.

Baca Juga: Kasus Dugaan Korupsi Lukas Enembe, Mari Intip 7 Fakta di Baliknya

“Sebenarnya sesuai ketentuan harus dilakukan evaluasi atau penyesuaian setiap 6 bulan, tetapi hal ini tidak dilakukan sehingga tidak cukup untuk menjamin keselamatan pelayaran dan juga standar pelayanan minimum."

"Apalagi ditambah dengan pengaruh kenaikan BBM sebesar 32 persen yang berdampak kekurangan sebesar 7-10 persen. Harusnya, kenaikan tarif sebesar 43 persen,” kata Khoiri.

Pihaknya heran, di satu sisi Menteri Perhubungan adalah penanggung jawab keselamatan transportasi, akan tetapi menetapkan tarif yang bertolak belakang dengan keselamatan.

Ini seakan-akan pihaknya dijebak pada penilaian publik tentang rendahnya jaminan keselamatan transportasi penyeberangan ataupun standar pelayanan minimum yang kurang.

Baca Juga: Intip Asmara Zodiak Hari Ini 29 September 2022 Cancer, Leo, Virgo: Awal Menyenangkan, Jangan Keras Kepala

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X