Jelang Peringatan G30SPKI, Kabar Keturunan PKI Masuk TNI Kembali Tuai Kontroversi

- Rabu, 28 September 2022 | 17:32 WIB
Ilustrasi Layar Tangkap Youtube Markas TNI
Ilustrasi Layar Tangkap Youtube Markas TNI

JAKARTA, suaramerdeka.com - Ada sebagian institusi dan individu memberi apresiasi Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk memperbolehkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) mengikuti tes penerimaan prajurit TNI tahun 2022 patut diberikan acungan jempol dan mendapat apresiasi tinggi.

Peristiwa 1965 sudah terjadi lebih dari 50 tahun dan mereka yang merupakan keturunan PKI dan simpatisannya saat ini merupakan generasi ketiga (cucu) dan keempat (cicit). Adalah tindakan yang irasional dan di luar perikemanusiaan.

Sang Panglima TNI itu sangat tidak setuju apabila mereka tetap menanggung "dosa turunan" dan diperlakukan tidak setara sebagai warga negara karena partainya sudah tidak ada.

Baca Juga: Akui Cucu PKI, Komika Ananta Rispo Berani Sindir Ferdy Sambo: Sekarang Jenderal Bunuh Orang

Diketahui Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa menghapus sejumlah ketentuan dalam proses seleksi penerimaan calon prajurit TNI Periode 2022. Salah satu nya mengizinkan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mendaftar menjadi prajurit TNI.

Bonar menyatakan, Setara Institute berharap keputusan Panglima TNI hendaknya menjadi terobosan baru bagi bangsa ini dalam melakukan refleksi dan rekonsiliasi terhadap peristiwa 1965.

Dalam catatan Setara Institute mereka yang merupakan keturunan kelompok penghayat mengalami hambatan dan diskriminasi ketika hendak melakukan pendaftaran melalui formulir online.

Karena dikabarkan dalam formulir online tersebut tidak ada kolom atau pilihan terkait keyakinan agama.

Baca Juga: BKK Dusun di Galih Kabupaten Kendal Digunakan Rabat Beton

"Zaman saya tak ada lagi keturunan dari apa, tidak, karena saya gunakan dasar hukum,” kata Andika di akun youtube resmi Jenderal TNI Andika Perkasa.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X