Kerap Gembos di Lembaga Yudikatif, Mahfud MD Cari Cara Ampuh Mereformasi Peradilan

- Rabu, 28 September 2022 | 12:24 WIB
Menko Polhukam RI Mahfud MD. (tangkapan layar YouTube @Kemenko Polhukam RI)
Menko Polhukam RI Mahfud MD. (tangkapan layar YouTube @Kemenko Polhukam RI)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menkopolhukam Mahfud MD saat ini sedang menyiapkan formula untuk mereformasi bidang hukum peradilan Indonesia.

Reformasi Peradilan ini dilakukan Mahfud MD seiring dengan semakin melemah dan maraknya kasus suap yang terjadi di lembaga peradilan.

Hal itu diungkapkan Mahfud MD dalan akun Instagramnya @mohmahfudmd, Selasa 27 September 2022.

Baca Juga: Bukan Ngarang, Gangguan Kecemasan Bisa Hilang Berkat Menanam Bunga Telang di Pekarangan, Kok Bisa?

"Presiden meminta saya sebagai Menko Polhukam untuk mencari formula reformasi di bidang hukum peradilan, sesuai dengan instrumen konstitusi dan hukum yang tersedia," kata Mahfud MD.

Menurut Mahfud MD, Presiden Joko Widodo merasa kecewa sebab usaha pemberantasan korupsi sudah mulai berhasil di lingkungan eksekutif, namun sering kali gembos di lembaga yudikatif.

Penurunan ini dilakukan dengan anggapan bahwa hakim itu merdeka dan independen.

Baca Juga: Dianggap Memberatkan, Pemerintah Diminta Stop Kenaikan Cukai Rokok

"Presiden sangat prihatin dengan peristiwa OTT oleh KPK yang melibatkan hakim agung Sudrajat Dimyati. Pemerintah sudah berusaha menerobos berbagai blokade di lingkungan pemerintah untuk memberantas mafia hukum, tapi sering gembos di pengadilan," katanya.

Mahfud MD menyebutkan bahwa pemerintah sudah bertindak tegas, termasuk menindak pelaku kasus korupsi di tingkatan eksekutif.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Jumat, 9 Desember 2022 | 11:10 WIB

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X