Publik dan Swasta Diajak Lakukan Aksi Kolektif Perangi Korupsi di Indonesia

- Rabu, 28 September 2022 | 11:22 WIB
Pertemuan side event B20  mengenai Dialog Kebijakan Publik-Swasta Tingkat Tinggi Dalam Mempromosikan Transparansi dan  Akuntabilitas. (suaramerdeka.com/Dok)
Pertemuan side event B20 mengenai Dialog Kebijakan Publik-Swasta Tingkat Tinggi Dalam Mempromosikan Transparansi dan Akuntabilitas. (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com- Korupsi yang menghambat pembangunan berkelanjutan perlu dimitigasi dengan aksi kolektif mengajak publik dan swasta.

Indonesia Global Compact Network (IGCN) sebagai local network UN Global Compact di Indonesia dan juga anggota dari B20 Integrity & Compliance Task Force, mengajak berkolaborasi dalam aksi kolektif memberantas korupsi.

Dari penilaian Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2021, yang dicetuskan oleh Transparency International, Indonesia memiliki skor 38 dari 100 poin dan berada di peringkat ke-96 dari 180 negara yang dinilai.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Gubernur Papua Lukas Enembe Dicekal ke Luar Negeri

Data ini bukanlah hal yang membanggakan karena semakin kecil IPK, maka semakin minim kepercayaan publik terhadap negara tersebut.

Hal ini terungkap dalam pertemuan side event B20 dengan berjudul Dialog Kebijakan Publik-Swasta Tingkat Tinggi Dalam Mempromosikan Transparansi dan Akuntabilitas.

Kegiatan ini didukung oleh mitra strategis IGCN yaitu Koalisi Anti Korupsi Indonesia (KAKI), Transparency International Indonesia (TII), Universitas Paramadina, dan International Chamber of Commerce (ICC) Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Partai Emas Hasnaeni Moein, ‘Wanita Emas’ Tersangka Kasus Korupsi

Sementara itu, dari sebaran kasus korupsi berdasarkan lembaga, menurut data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2004 hingga 2022 banyak didominasi oleh lembaga pemerintah pusat yakni sebanyak 409 kasus.

Jika dilihat berdasarkan profesi atau jabatan, pelaku korupsi, berasal dari sektor
swasta dengan menduduki peringkat tertinggi, dengan jumlah total 310 kasus sejak tahun 2004 hingga Januari 2022.

Halaman:

Editor: Modesta Fiska

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X