Evaluasi PPKM: Mobilitas Warga Turun, Disiplin Prokes Masih Perlu Ditingkatkan

- Rabu, 28 Juli 2021 | 21:30 WIB
Bincang COVID-19 dalam Angka via YouTube di Jakarta, Rabu (28/7) (suaramerdeka.com/dok)
Bincang COVID-19 dalam Angka via YouTube di Jakarta, Rabu (28/7) (suaramerdeka.com/dok)


JAKARTA, suaramerdeka.com - Saat ini kita sedang memasuki periode implementasi perpanjangan kebijakan PPKM Level 1-4. Penyesuaian kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penanganan COVID-19 di seluruh wilayah Indonesia.

Evaluasi terkait pembatasan mobilitas yang telah dilakukan selama 1 minggu PPKM Darurat, yang berlangsung dari tanggal 3-20 Juli 2021 serta PPKM level 1-4 mulai tanggal 21-26 Juli mulai memperlihatkan hasil pada penurunan mobilitas masyarakat.

Meskipun kasus menunjukkan penurunan pada satu minggu terakhir, perpanjangan PPKM tetap dilakukan untuk melihat apakah penurunan ini konsisten dan dapat dipertahankan, serta memperbaiki kasus kematian yang masih meningkat.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Limbah Medis Capai 18 Ribu Ton

Selain itu, satgas Penanganan COVID-19 juga menilai bahwa kepatuhan masyarakat menggunakan masker dan menjaga jarak masih harus ditingkatkan.

Berdasarkan data sepekan terakhir hingga 25 Juli 2021, hanya sebesar 72,71 persen kelurahan atau desa di Indonesia yang angka kepatuhannya menggunakan masker di atas 75 persen.

"Artinya masih ada PR (pekerjaan rumah) 27,29 persen kelurahan dan desa yang angka kepatuhannya masih rendah, dan harus didorong agar lebih patuh dalam menggunakan masker," ujar Dr Dewi Nur Aisyah selaku Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas COVID-19, dalam "Bincang COVID-19 dalam Angka" via YouTube di Jakarta, Rabu (28/7).

Baca Juga: Subsidi Tepat Sasaran, Pemkab Sragen dan Magelang Dorong ASN Tukar Tabung LPG 3 Kg dengan BrightGas

Sementara untuk menjaga jarak, sebesar 71,51 persen kelurahan dan desa yang memiliki kepatuhan di atas 75 persen.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X