Tekan Fatalitas Kecelakaan Tabrak Belakang Truk, Pemasangan RUP Jadi Salah Satu Upaya

- Selasa, 27 September 2022 | 09:00 WIB
Mobil jenis elf ringsek seteleh terlibat kecelakaan dengan truk di  jalan tol Ungaran-Bawen kilo meter  438.400 B yang menyebabkan 5 orang tewas pada Sabtu 24 September pukul 04.05.    (SM/dok)
Mobil jenis elf ringsek seteleh terlibat kecelakaan dengan truk di  jalan tol Ungaran-Bawen kilo meter  438.400 B yang menyebabkan 5 orang tewas pada Sabtu 24 September pukul 04.05.    (SM/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Insiden kecelakaan akibat sopir diduga mengantuk menabrak belakang truk tidak berperisai kembali terjadi.

Akibat kecelakaan di Jalan Tol Trans-Jawa tersebut,lima orang tewas seketika.

Biasanya kecelakaan disebabkan, pengemudi kendaraan pribadi merasa kurang nyaman atau takut melapor ke majikannya, meski sudah capek.

Baca Juga: Penangkapan Hakim Agung Sudrajad Dimyati, Komisi Yudisial Hanya Bergerak di Wilayah Etik

"Seharusnya juga para majikan sudah merasa si pengemudi mengantuk atau capek dengan melihat pola mengemudi saat berkendara," tutur Djoko Setijowarno, Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.

Di jalan tol, jika pengemudinya mengantuk, truk adalah kendaraan yang berisiko besar ditabrak dari belakang.

Apabila kendaraan truk tersebut dilengkapi perisai atau Rear Underrun Protection (RUP), maka jika ditabrak dari belakang tingkat fatalitasnya bisa turun dengan drastis.

Baca Juga: Bongkar Trawangan Sabdo Primbon Jawa untuk Keistimewaan Weton Selasa Legi yang Jatuh pada 27 September 2022

"Tidak perlu sampai ada korban meninggal dunia atau luka berat," kata Djoko Setijowarno, yang juga Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat.

Faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah pengemudi yang mengantuk.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X