Mayjen Sutoyo dalam Malam Tragis, Pamit dan Pergi dengan Piyama Saja

- Senin, 26 September 2022 | 07:26 WIB
Mayjen Sutoyo Siswomiharjo (foto: Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id)
Mayjen Sutoyo Siswomiharjo (foto: Sumber: direktoratk2krs.kemsos.go.id)

JAKARTA,suaramerdeka.com-Penghujung bulan September menjadi bulan yang tidak akan pernah bisa dilupakan oleh Nani Nurrachman.

Hatinya masih terasa sedih dan menyimpan luka dalam mengenang malam tragis tersebut.

Sebuah malam yang merenggut ayahandanya Mayjen (Anumerta) Sutoyo Siswomiharjo.

Jenderal Sutoyo merupakan salah satu perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban peristiwa G30S PKI.

Baca Juga: Bersyukurlah 4 Zodiak Ini, Dikeroyok Keberuntungan, Serangan Rezeki dan Cuan Tak Ada Habisnya

Perwira tinggi kelahiran di Kebumen, Jawa Tengah, pada 28 Agustus 1922 ini harus menjadi korban tuduhan "Dewan Jenderal" yang memanas saat itu.

Kematian sang ayah dengan tragis itu tentu menyimpan trauma mendalam pada ingatan Nanik.

Dalam sebuah buku berjudul "Kenangan Tak Terucap Saya, ayah dan Tragedi 1965", Nani menceritakan pertemuan terakhir dengan sang ayah sebelum ditemukan tewas di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Dua minggu sebelum peristiwa tragis itu, kediaman pribadi Sutoyo tengah dilakukan renovasi besar-besaran.

Baca Juga: Bukain Pintu! 6 Zodiak Ini Disambangi Rezeki dan Cuan Tak Terhitung Jumlahnya, di Antaranya Anda?

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X