Kasus Covid-19 Melonjak, Limbah Medis Capai 18 Ribu Ton

- Rabu, 28 Juli 2021 | 21:14 WIB
Limbah masker. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)
Limbah masker. (foto ilustrasi: pikiran rakyat) (Nugroho Wahyu Utomo)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Tak hanya kasus Covid-19 yang melonjak dalam beberapa minggu terakhir, namun limbah medis juga meningkat selama pandemi. Data terkini, jumlah limbah tersebut mencapai 18 ribu ton.

“Menurut data yang masuk ke Kementerian LHK, limbah medis sampai dengan 27 Juli 2021 berjumlah 18.460 ton,” beber Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, dalam konferensi pers yang disiarkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu, 28 Juli 2021.

Siti Nurbaya menuturkan data yang didapatkan dari daerah dan provinsi tersebut belum lengkap. Sebab, asosiasi rumah sakit memperkirakan jumlah limbah medis yang dihasilkan lebih banyak, sekitar 383 ton per harinya.

Baca Juga: Airlangga: Pasar Modal dan Pasar Saham Punyai Peran Krusial Terhadap Pemulihan Ekonomi

Pihaknya menerangkan limbah medis itupun terdiri dari infus bekas, masker, jarum suntik, vial vaksin (botol vaksin kecil), face shield, baju hazmat, APD (alat perlindungan diri), pakaian medis, sarung tangan, alkohol pembersih swab, dan alat PCR antigen.

Dalam hal ini Siti Nurbaya mengatakan, pada Juli lalu saat Indonesia mengalami lonjakan kasus aktif Covid-19, limbah B3 medis juga mengalami peningkatan.

Contohnya di Jawa Barat, tercatat pada 9 Maret, limbah medis berjumlah 74,03 ton dan meningkat drastis hingga 836,975 ton pada 27 Juli.

“Berarti ini naik hingga 10 kali lipat,” kata Siti Nurbaya, seperti dikutip suaramerdeka.com dari Pikiran Rakyat.com.

Baca Juga: Jaga Daya Beli Masyarakat, PLN Demak Diap Salurkan Stimulus Listrik hingga Desember 2021

Sementara itu, menanggapi peningkatan limbah medis, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan arahan kepada Siti Nurbaya, yakni untuk menghancurkan limbah medis sesegera mungkin agar tidak membahayakan lingkungan. Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar ini lebih diintensifkan lagi, terutama dalam membangun insenerator dan shredder.

“Jadi arahan dari Bapak Presiden, agar semua instrumen untuk pengelolaan limbah medis untuk menghancurkan limbah medis, kemudian untuk yang infeksius harus kita selesaikan dengan segera,” kata Siti Nurbaya.

“Kita juga tegaskan bahwa limbah medis Covid-19 tidak boleh dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA), apabila nantinya ditemukan limbah tersebut dibuang ke TPA tentunya akan dikenakan sanksi,” jelasnya.*** (Nurul Khadijah/Pikiran Rakyat)

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X