Jenderal Hoegeng Antara Loyalitas Jabatan, Kejujuran dan Kesetiaan Cintanya

- Sabtu, 24 September 2022 | 18:07 WIB
Jenderal Hoegeng Imam Santoso adalah Kapolri yang di kenal jujur dan berani dan berkarakter pancasila (Ist)
Jenderal Hoegeng Imam Santoso adalah Kapolri yang di kenal jujur dan berani dan berkarakter pancasila (Ist)

SUARAMERDEKA.COM - Jenderal Polisi (Purnawirawan) Drs. Hoegeng Iman Santoso adalah salah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ke-5.

Hoegeng terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur di Indonesia oleh media dan masyarakat. Berbeda dengan polisi lainnya di masa itu, Hoegeng tidak mempan disuap. Baginya, lebih baik hidup melarat dari pada menerima suap atau korupsi.

Ketegasan inilah yang membuat sang Jenderal begitu disegani oleh beberapa kalangan pesohor yang pada saat itu memang sangat rentan sekali dalam berurusan dengan pihak kepolisian khususnya.

Baca Juga: Alasan Pria Beristri Hobi 'Jajan', Pekerja Seks Beberkan Alasannya: Dia Suka Berburu

Pria kelahiran Pekalongan, Jawa Tengah 14 Oktober 1921 itu selain pernah menjadi kepala kepolisian, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Iuran Negara pada 1966-1967. Setelah itu, dia menjadi Deputi Operasi Menpangak pada 1967-1968 hingga akhirnya dilantik menjadi Kapolri pada 1968-1971.

Berkat kejujuran dan kegigihannya dalam menolak suap Hoegeng pernah diabadikan dalam selera humornya Gus Dur, "Di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng."

Kiprahnya tersebut ditularkan dalam kehidupan kesehariannya bersama keluarga tercinta, salah satunya adalah dengan melarang istrinya untuk membuka usaha toko kembang.

Baca Juga: Ingin Perkasa Tanpa Obat Aneh-Aneh, Coba Konsumsi 7 Makanan Ini: Alami, Mudah Dicari, Niscaya Kuat Sampai Pagi

Disinyalir pada saat itu larangan Hoegeng pada istrinya dikarenakan takutnya ada benturan kepentingan antara pihak yang berurusan dengan imigrasi dengan memesan kembang pada toko bunga istrinya.

Sang Jenderal pun mengajak keluarganya untuk terjun ke dalam kehidupannya yang penuh idealisme dan antikompromi yang sesungguhnya tidak mudah itu. Tak ada tawar menawar dalam urusan khianat dan kebatilan.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Terkini

X