Kasus Suap Perkara Mahkamah Agung, Awal Mula dari Gugatan Pailit KSP Intidana

- Sabtu, 24 September 2022 | 14:11 WIB
Konferensi pers KPK terkait kasus suap yang melibatkan Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati (Tangkap layar KPK TV)
Konferensi pers KPK terkait kasus suap yang melibatkan Hakim Agung MA Sudrajad Dimyati (Tangkap layar KPK TV)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Kasus dugaan suap pengurusan perkara pailit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana ini bermula dari gugatan pailit yang diajukan oleh 10 orang terhadap KSP Intidana.

Dua penggugat di antaranya ini yakni Heryanto Tanaka dan Ivan Dwi Kusuma Sujanto juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

Keduanya dalam kasus ini menggandeng kuasa hukum Yosep Parera dan Eko Suparno yang juga sudah menjadi tersangka.

Baca Juga: Srawung Semarangan, Melihat Sejarah Semarang dari Sisi Budaya dan Seni

Merujuk Direktori Putusan Mahkamah Agung RI, surat gugatan sebelumnya telah diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) Semarang 15 Juni 2017 dengan register Nomor 260/Pdt.G/2017/PN Smg.

Heryanto Tanaka, sebagai salah satu penggugat merupakan pengusaha swasta yang bergerak di bidang jual beli kapas di Kota Semarang.

Dalam kasus ini, penggugat menyimpan dana di Intidana sebagai tergugat dalam bentuk simpanan berjangka senilai Rp 34 miliar.

Baca Juga: Intip Bocoran Prediksi Cinta Zodiak Cancer, Sagitarius, Pisces, Virgo, Taurus, Libra, Minggu 25 September 2022

Jumlah tersebut terbagi dalam 15 lembar simpanan berjangka namun saat jatuh tempo simpanan berjangka, belum bisa dicairkan.

Perlu diketahui, pada saat gugatan a quo diajukan/didaftarkan, sebelumnya telah terjadi sengketa di Pengadilan Niaga Pada Pengadilan Negeri Semarang dengan Register Perkara No. 10/Pdt.Sus-PKPU/2015/PN.Niaga.Smg.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X