Miris, Oknum Peradilan Justru Melakukan Tindakan Melawan Hukum

- Sabtu, 24 September 2022 | 11:12 WIB
ilustrasi hukum (Pixabay/williamcho-1724357/)
ilustrasi hukum (Pixabay/williamcho-1724357/)

JAKARTA,suaramerdeka.com - Beberapa hari lalu masyarakat kembali dikejutkan dengan aksi OTT yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

Secara mengejutkan, ternyata yang terjaring dalam aksi OTT ini adalah seorang hakim agung di Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia berinisial "SD" bersama lima orang lainnya.

Kasus penangkapan hakim ini tidak terjadi sekali ini saja.

Tetapi sudah sejak 2016, KPK banyak melakukan OTT terhadap para pemutus perkara ini.

Baca Juga: Bersyukurlah 4 Zodiak Ini, Hidupnya Terhimpit Keberuntungan, Rezeki dan Cuan Mengucur Non Stop

Mereka ditetapkan sebagai tersangka kasus penerimaan suap untuk memenangkan sebuah putusan perkara perdata.

Sebagai pihak yang memperoleh uang suap, keenam tersangka yang berasal dari MA, disangkakan melanggar pasal 12 huruf c atau pasal 12 huruf a atau b jo. Pasal 11 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No. 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 jo. Pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana.

Kasus penangkapan hakim di Mahkamah Agung membuat miris kita semua.

Masalah ini seolah tidak berhenti.

Baca Juga: Lho, Gak Percaya? 5 Zodiak Dikerumuni Keberuntungan, di Antara yang Menyertai Rezeki dan Cuan Sebukit

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pengacara Kamaruddin Minta Oknum Jaksa Diperiksa

Jumat, 25 November 2022 | 16:48 WIB

RUU KUHP Segera Disahkan, Ini Komentar Ahli Hukum

Jumat, 25 November 2022 | 14:12 WIB
X