Tanggapan Pakar Hukum Soal Hakim Agung Kena OTT KPK, Intinya Adalah Integritas dan Moralitas

- Jumat, 23 September 2022 | 21:22 WIB
Ilustrasi orang terjaring OTT KPK. (foto ilustrasi: pixabay)
Ilustrasi orang terjaring OTT KPK. (foto ilustrasi: pixabay)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Seperti yang tengah hangat diberitakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Mahkamah Agung (MA).

Telah dipastikan oleh pihak KPK bahwa yang menjadi salah satu target dalam OTT adalah hakim agung.

Tentu saja, keterlibatan hakim agung yang dalam OTT kali ini membuat malu berbagai pihak, khususnya dalam dunia hukum.

Baca Juga: Trawangan Dewa di Tahun Macan Air, 4 Shio Ini Terima Rezeki Nomplok di Awal Oktober, Banjir Cuan Berlimpah

Tidak hanya institusi Mahkamah Agung yang mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat, tetapi seluruh institusi hukum dibawahnya juga mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat.

Menanggapi hal ini, pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar menyatakan bahwa OTT yang menyasar lembaga peradilan menjadi bukti rendahnya integritas hakim.

Padahal Mahkamah Agung (MA) telah membuat sejumlah aturan agar hakim tidak melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: Cerdas Tangkas Wawasan Luas Modal 4 Shio Ini Raup Cuan Masuk Brankas di Awal Oktober

'Selama sistem dikelola oleh manusia, kebocoran pasti akan tetap terjadi. Karena intinya adalah integritas dan moralitas, itu kunci pemberantasan korupsi,' sebutnya saat diwawancarai tim suaramerdeka.com

Fickar berpendapat, meski fasilitas hakim telah terpenuhi, namun sifat serakahnya sebagai manusia tetap melekat.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X