Peradi Bakal Beri Pendampingan Hukum, KPK Tetapkan 10 Tersangka, 6 Ditahan

- Jumat, 23 September 2022 | 12:02 WIB
Ilustrasi OTT KPK  (SM/dok)
Ilustrasi OTT KPK (SM/dok)

 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 10 orang tersangka dalam kasus suap Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) SD alias Sudrajad Dimyati.

Hakim tersebut diduga menerima suap dalam perkara perdata pada tingkat kasasi berkaitan dengan aktivitas Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, empat tersangka di antaranya berperan sebagai pemberi suap, yakni YP (Yosep Parera) dan ES (Eko Suparno), keduanya merupakan pengacara. 

Baca Juga: Windows 11 Kembali Meluncurkan Versi Terbarunya, Intip Bedanya

Kemudian dua orang klien dari pengacara itu, HT (Heryanto Tanaka) dan IDKS (Ivan Dwi Kusuma Sujanto), yang disebut sebagai debitur KSP Intidana.

Firli mengungkapkan, kedua pengacara itu melobi pegawai kepaniteraan di MA, DY (Desy Yustri), agar bisa menjadi penghubung hakim SD.

Selanjutnya, Desy mengajak PNS pada kepaniteraan MA, Muhajir Habibie (MH) dan Hakim Yudisial/panitera pengganti Elly Tri Pangestu (ETP) untuk ikut berperan sebagai penghubung.

Baca Juga: SIEGA Unika Soegijapranata Gandeng Suara Merdeka Network, Jalin Kerja Sama Publikasi dan Digitalisasi

"KPK mengamankan barang bukti berupa uang sebesar 205 ribu dolar Singapura atau senilai Rp 2,2 miliar dan Rp 50 juta dari pihak pemberi (pengacara)," kata Firli dalam keterangan pers di Jakarta.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ikadin : Profesi Advokat Wajib Junjung Kode Etik

Rabu, 28 September 2022 | 15:40 WIB
X