IPW Desak Kasat Brimob Jateng Dicopot

- Minggu, 6 Mei 2018 | 08:09 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak agar Kasat Brimob Jawa Tengah dicopot dan diminta pertanggungjawabannya atas aksi sebagian anggota Brimob yang mendatangi kantor DPD Gerindra Jateng. Sebab, tindakan tersebut sangat disesalkan dan bisa dinilai sebagai pengebirian terhadap demokrasi yang hendak dilakukan Brimob terhadap partai politik.

"Aksi tersebut sudah melampaui wewenang dan konsekuensinya Kasat Brimob Jateng harus dicopot dari jabatannya. Karena tindakan Brimob tersebut bisa menimbulkan kekacauan demokrasi," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam pesan singkatnya, Minggu (6/5).

Menurutnya, Kasat Brimob Jateng perlu dicopot karena yang terjadi adalah preseden yang bisa menimbulkan kekacauan politik dan benturan politik tingkat tinggi. Selain itu, peristiwa tersebut bertolak belakang dengan prinsip utama tugas Polri, yang harusnya senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Jadi bukannya menimbulkan keresahan di masyarakat. Seandainya polisi mencurigai sesuatu di DPD Gerindra Jateng, seharusnya polisi cukup melakukan operasi intelijen dan bukan mengerahkan Brimob sebagai pasukan komando," ujarnya.

Bagaimanapun, kata dia, kasus tersebut tidak bisa dibiarkan dan harus diselesaikan. Hal itu agar tidak menjadi preseden bagi demokrasi dan menimbulkan benturan di masyarakat maupun di kalangan elit politik.

"Apalagi ke depan bangsa Indonesia menghadapi tahun politik. Dimana Polri diharapkan mampu bersikap profesional, independen dan proporsional serta tidak terlibat dalam manuver politik praktis," tandasnya.

Klarifikasi

Selain mengecam keras aksi Brimob  tersebut, IPW juga mendesak Komisi III DPR segera memanggil Komandan Korps Brimob untuk mengklarifikasi peristiwa itu. Sebab jika kasus tersebut tidak segera diklarifikasi, dikhawatirkan berkembang opini bahwa Brimob sudah tidak independen dan diperalat pihak tertentu untuk memojokkan partai politik tertentu.

"IPW menilai, penjelasan Kabid Humas Polda Jateng yang mengatakan kedatangan Brimob ke DPD Gerindra itu berhubungan dengan Pilkada, justru akan membingungkan publik. Penjelasan tersebut juga terkesan mengada ada serta menimbulkan sejumlah pertanyaan," tegasnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

Kemenag Raih Anugerah Meritokrasi KASN 2021

Selasa, 7 Desember 2021 | 21:40 WIB

Safar: Program JKN KIS, Jaminan Kesehatan yang Mumpuni

Selasa, 7 Desember 2021 | 14:07 WIB
X