Perempuan Tani Jateng Sayangkan Tudingan ICW, Minta Semua PIhak Hindari Polemik

- Rabu, 28 Juli 2021 | 13:55 WIB
Nur Faisah. (suaramerdeka.com / dok)
Nur Faisah. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Perempuan Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jateng meminta semua pihak berkonsentrasi menurunkan angka kasus positif Covid-19 dan menghindari polemik.

Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja sama yang baik dan saling mendukung terhadap upaya mengatasi penyebaran Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Perempuan Tani HKTI Jateng, Nur Faisah merespons tudingan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebut bantuan obat yang dilakukan HKTI sarat muatan ekonomi.

"Kalau ada pihak-pihak yang mempertanyakan program kami, justru kami pertanyakan rasa kemanusiaannya," kata Nur Faisah, Rabu (28/7).

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko Terus Dipercepat, Menkes Ungkap yang Dapat Prioritas

Di wilayah Jateng, HKTI melalui Perempuan Tani Jateng selama beberapa bulan terakhir ini memang kerap membagikan obat kepada warga yang berada di zona merah Covid-19.

Selama satu bulan terakhir, tak kurang 6.000 tablet Invermax12 dibagi secara gratis dan sedikitnya 400 warga mendapatkan bantuan juga tes usap antigen gratis.

Hal tersebut dijelaskan Nur Faisah, sesuai instruksi ketua umum HKTI. "Program ini semata-mata atas dasar kemanusiaan. Tidak ada motif yang lain," ucap Lisa panggilan akrabnya.

Karena itu, dirinya meminta semua komponen bangsa berfikir positif dan bukan membuat tudingan yang tak berdasar.

Baca Juga: Peningkatan Fungsi Kartu Tani, Penyertaan Saldo Tunai Bisa Dipertimbangkan

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X